PARIMO, theopini.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus meningkatkan pelayanan dengan membangun ruangan rawat inap baru.
Salah satunya, ruang Damar kelas dua yang ditingkatkan menjadi kelas VIP untuk pasien bersalin. Tak main-main, RSUD Anuntaloko Parigi menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih untuk membangun gedung baru itu pada 2022.
Baca Juga : RSUD Anuntaloko Parigi Dapat Dana Rehabilitas Sebesar Rp 5 Miliar
Gedung yang berlokasi di area RSUD Anuntaloko Parigi, tepat di depan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) atau ruang perawatan intensif untuk bayi itu, dibangun berlantai dua, dan dilengkapi lift atau elevator pula.
Meskipun tersedia lift, ‘anehnya’ ruang Damar itu tak dilengkapi tangga darurat sebagai jalur alternatif lain, yang digunakan bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran, ataupun bencana gempa bumi.
Baik tenaga medis, pasien hingga pengunjung hanya akan menggunakan lift sebagai ekses satu-satunya menuju lantai dua di ruangan Damar itu.
Padahal, keberadaan tangga darurat pun dianggap penting, dan telah diatur fungsi dan penempatannya melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Perlindungan Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
Selain itu, tidak adanya tangga darurat di ruang Damar terkesan mengabaikan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS).
Saat di konfirmasi, Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, dr Revy Tilaar membantah hal itu. Menurutnya, tenaga kesehatan, pasien dan pengunjung di ruang Damar, dapat menggunakan tangga di ruang NICU.
“Ikut (lewat) ruang NICU. Cuman pengelola ruangan Nicu tidak kasih, karena ada perawatan bayi,” kata dr Revy Tilaar, di Parigi, Sabtu, 4 Februari 2023.
Hanya saja, lanjut dia, tangga darurat di ruang NICU hanya digunakan sewaktu-waktu, bila terjadi kebakaran, bencana gempa bumi atau pemadaman listrik, yang mengakibatkan lift tidak berfungsi.
dr Revy Tilaar mengatakan, anggaran sebesar Rp 2 milar lebih tidak cukup untuk pembiayaan pembangunan gedung baru berlantai dua dengan fasilitas lift, yang dilengkapi tangga darurat.
Namun, ia menjamin ketika terjadi keadaan darurat, tangga di ruang Nicu bisa digunakan tenaga medis, pasien dan pengunjung di ruang Damar.
“Kalau dalam keadaan normal, tidak boleh menggunakan tangga darurat,” tukasnya.
Dia menjelaskan, dalam gedung baru ruang Damar terdapat sembilan ruangan, terdiri empat ruangan di lantai satu, dan lima ruangan di lantai dua.
Namun, bila mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Peraturan Menteri Kesehatan di atas, seharusnya perencanaan pembangunan gedung berlantai dua dilengkapi tangga darurat tersendiri.
Apalagi, ruang NICU adalah area steril yang tidak boleh dimasuki sembarang orang, tidak terkecuali bagi orang tua dari bayi yang dirawat.
Bahkan, agar tetap steril, pihak rumah sakit menyediakan sabun atau hand sanitizer, masker, dan pakaian khusus, untuk memastikan pengunjung yang masuk ke NICU tidak membawa kuman.
Baca Juga : Tingkatkan PAD, RSUD Anutaloko Parigi Gandeng Pengelola Parkir
Tiap rumah sakit memiliki kebijakan yang berbeda dalam membatasi jumlah pengunjung serta jam kunjungan ke ruang NICU. Aturan ini diberlakukan agar bayi-bayi yang dirawat di NICU tidak terganggu oleh suara bising.
Selain itu, berdasarkan informasi, awalnya perencanaan pembangunan ruang Damar yang melibatkan beberapa pihak di RSUD Anuntaloko Parigi itu, akan dilengkapi tangga darurat, tidak hanya lift.














