the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Kekhawatiran Ibu Korban Pasca Anaknya Alami Tindak Asusila 11 Pelaku

the OPINIbythe OPINI
30 Mei 2023
in Headline
Reading Time: 4 mins read
the OPINIbythe OPINI
30 Mei 2023
in Headline
Reading Time: 4 mins read
Kekhawatiran Ibu Korban Pasca Anaknya Alami Tindak Asusila 11 Pelaku

Ilustrasi (Foto: Rumah Faye)

Baca Juga

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

PARIMO, theopini.id – Tindak asusila terhadap remaja 15 tahun ulah 11 pelaku, di antaranya oknum kepala desa, tenaga guru sekolah dasar hingga oknum anggota Brimob di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, viral dan menghebohkan masyarakat.

Hampir seluruh media masa, memberitakan perkembangan penanganan Kepolisian setempat atas kasus tersebut, hingga kondisi korban pasca alami tindakan bejat para pelaku.  

Baca Juga: Tersangka Kasus Asusila Libatkan Oknum Kades di Parimo Bertambah

Apa yang dialami korban, menimbulkan rasa keprihatinan serta kekhawatiran dari masyarakat setempat, karena takut sewaktu-waktu anaknya mengalami tindakan serupa.

Bagitu juga Ibu korban asusila ulah 11 pelaku. Meskipun, Kepolisian telah menetapkan 10 pelaku sebagai tersangka, dan mendapatkan pendampingan dari instansi pemerintahan, ia masih saja khawatir.

Kepada saya, Ibu korban berinisial H mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi anaknya yang harus menjalani serangkaian pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Kota Palu.

“Sedih lihat kondisinya seperti ini. Anak saya, mengalami banyak perubahan karena masalah yang dihadapinya, mulai dari perilaku hingga kesehatan,” kata ibu korban, saat saya menemuinya di salah satu lokasi, pekan kemarin.

Hasil pemeriksaan medis awal, dinyatakan dalam kandungan anaknya terdapat cairan, dan terinfeksi. Bahkan, kemungkinan terburuk dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan rahim.

Kondisi ini, semakin diperparah dengan rasa sakit di bagian dada yang tiba-tiba membuat anaknya sulit tertidur nyenyak.

Kehilangan nafsu makan, sering menjerit kesakitan dan tak jarang tenaga medis kewalahan karena anaknya takut dengan jarum suntik.

H sangat terpukul, dan terus menyesali berbagai peristiwa yang terjadi. “Kalau saja, anak saya bercerita saat itu. Saya akan segera datang memberikan pertolongan. Tapi semuanya sudah terjadi,” imbuh penuh penyesalan.

Apalagi, ia yang saat kejadian bekerja di luar Sulawesi Tengah, sempat menaruh kecurigaan ketika anaknya bercerita sering mengalami sakit di bagian perut.

“Saat bekerja jauh dari anak saya, kami berkomunikasi dengan baik. Selama bekerja, saya sering menelponnya. Jadi saya mendengarkan keluh kesahnya, tapi sayangnya dia tidak pernah cerita soal apa yang dialaminya,” ungkapnya.     

H menduga, apa yang dialami anaknya karena beberapa kali dibawa ke tukang urut oleh para pelaku, karena takut akibat perbuatan mereka, sang anak akan mengandung.

Bukan hanya itu, terkadang anaknya diperlakukan kasar oleh para pelaku, bila tak memenuhi keinginan mereka, mulai dari pemukulan, pengencaman, penghinaan hingga sempat mengalami kekerasan seksual pada waktu yang tidak tepat.

Padahal, harapan anaknya kepada para pelaku, ialah pekerjaan yang baik, agar bisa membantu orang tua dan memberikan jajanan adik-adiknya.

“Setelah apa yang dialaminya, anak saya selalu bilang, apa saya salah kalau bekerja? Saya ingin membantu memenuhi kebutuhan adik-adik,” ujar H mengutip kembali ucapnya anaknya.

Ia pun khawatir akan stigma orang-orang tertentu kepadanya, karena tak bersama anaknya dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan stigma yang seolah-olah menyudutkan dan berniat memadamkan semangat anaknya untuk mendapatkan keadilan dengan menyebarkan isu yang belum tentu kebenarannya.

“Apapun omongan orang terhadap anak saya, dia tetap bidadari kecilku yang sama saat saya lahirkan 16 tahun lalu,” tegas H.

Tangisan ibu korban pecah, suasana berubah menjadi haru. Saya pun terenyuh, merasakan kekhawatiran hingga kegelisahannya.

H membuka kembali percakapannya, dengan penuh keyakinan membantah tuduhan yang dialamatkan kepada anaknya.

Ia sangat meyakini, bahwa bidadari kecilnya tak bekerja sebagai penawar jasa seperti yang disangkakan. Sebab, dalam setiap aksi tindak asusila, para pelaku memaksa anaknya untuk mengkonsumsi narkoba, mengancam serta menganiayanya.

“Anak saya masih di bawah umur. Dia pasti sangat tertekan pada situasi itu. Sementara dia berada di lingkungan orang-orang yang seharusnya melindungi, namun ternyata memiliki niat jahat,” tukasnya.

Sebagai ibu kandung korban, H akan senantiasa memberikan dukungan dan motivasi kepada anaknya, agar ikhlas dan sabar menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Bila pulih nanti, ia pun berkeinginan menyekolahkannya kembali, agar masa depan anaknya lebih baik, dan melupakan perjalanan kelam yang dialaminya.

“Saya akan menghabiskan banyak waktu untuk anakku, ketika sehat nanti. Saya tidak akan sia-siakan itu,” imbuhnya.

Baca Juga: UPT PPA DP3A Sulteng Ungkap Kondisi Korban Asusila Ulah 11 Pelaku

H juga berharap, proses hukum atas kasus anaknya berjalan dengan baik, dan beberapa tersangka yang belum ditahan segera tertangkap, dan diberikan hukuman seberat-beratnya.

Ibu korban pun sangat berterima kasih kepada Kepolisian, Pemerintah dan masyarakat yang terus memberikan dukungan kepada anaknya.

“Semoga Allah SWT, membalas kebaikan kalian,” ucap H menutup percakapan.

Penulis: Novita Ramadhan

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #KasusTindakAsusilaRemaja15Tahun#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Realisasi PMA Sulteng Capai US$ 1,9 Miliar, Tinggalkan Rekor DKI Jakarta

Next Post

Pemprov Sulteng Teken Kerja Sama dengan PT Esaputli Prakarsa Utama

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

9 Oktober 2026
Lima BUMDes Banggai Produksi 13 Ton Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

Lima BUMDes Banggai Produksi 13 Ton Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

9 Oktober 2026
Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

8 Oktober 2026
Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

7 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

10 Oktober 2026
Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

9 Oktober 2026
Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

9 Oktober 2026
Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

9 Oktober 2026
Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

9 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

6 Oktober 2026
RSIA Defina Soroti Dilema Pelayanan Pasien di Tengah Aturan BPJS

RSIA Defina Soroti Dilema Pelayanan Pasien di Tengah Aturan BPJS

6 Oktober 2026
Nasri Masuk Masa Pensiun, Rizal Irawan Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng

Nasri Masuk Masa Pensiun, Rizal Irawan Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng

3 Oktober 2026
Erwin Burase Resmikan Puskesmas Torue dan Labkesmas Senilai Rp20,8 Miliar

Erwin Burase Resmikan Puskesmas Torue dan Labkesmas Senilai Rp20,8 Miliar

8 Oktober 2026
Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

6 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d