PALU, theopini.id – Sebenyak 47 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) perizinan usaha yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa, 11 Juli 2023.
“Tujuan kegiatan ini, merupakan bentuk fasilitasi Pemerintah Daerah (Pemda), melalui Dinas Koperasi dan UKM terhadap pelaku UMKM yang telah mengikuti kurasi produk dalam mengakses perizinan, standarisasi dan perluasan akses pasar bagi para pelaku usaha,” kata Pejabat Fungsional Pengembangan UKM Muhammad Ramli, dalam laporannya.
Baca Juga: DPMPTSP Sulteng Gelar Workshop OS Bagi Pelaku UKM
Menurutnya, pelaku UKM yang mengikuti Bimtek perizinan usaha ini, berasal dari Kabupaten Sigi sebanyak 4 orang, Kabupaten Donggala sebanyak 4 orang, Kabupaten Poso sebanyak 4 orang dan Kabupaten Banggai sebanyak 3 orang.
Selain itu, 4 orang dari Kabupaten Morowali, 3 orang dari Kabupaten Buol, 4 orang dari Kabupaten Tojo Una-Una, 4 orang dari Kabupaten Morowali Utara, 4 orang dari Kab dari Toli-Toli, 4 orang dari Kabupaten Parigi Moutong dan 9 orang Kota Palu 9.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Sisliandy Ponulele mengatakan, Pemda tidak henti-hentinya melakukan pendampingan kepada para alumni kurasi pelaku UMKM.
“Kami menganggap para alumni kurasi ini, merupakan pelaku usaha yang adaptif dan mampu menyesuaikan dengan segala kondisi, lincah, gerak cepat dan memiliki produk-produk yang berdaya saing,” kata dia.
Menurutnya, salah satu fungsi pendampingan, yakni melalui bimbingan teknis perizinan bagi para pelaku usaha.
Perizinan usaha itu, kata dia, merupakan dokumen yang diberikan kepada pelaku usaha dengan syarat-syarat tertentu untuk memenuhi legalitas.
Manfaatnya, ialah mendapat kepastian perlindungan hukum, menandakan kepatuhan dan ketaatan terhadap regulasi, mempercepat pemasaran produk, mendapatkan kemudahan perluasan pengembangan usaha.
“Bapak dan ibu berada di sini, lulus kurasi berdasarkan standar nasional dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI),” ujarnya.
Dia menuturkan, kegiatan tersebut dilaksanakan karena menjadi salah satu prioritas nasional untuk memperbaiki pemulihan ekonomi melalui pengembangan UKM, transportasi dan pariwisata.
Pada kesempatan itu, Sisliandy juga mengajak para pelaku usaha UMKM untuk menggaungkan Negeri Seribu Megalith dengan membuat berbagai kerajinan seperti kaos, gantungan kunci, topi, miniatur patung Tadulako dan semacamnya.
Baca Juga: Mendag Sebut Indonesia Memiliki Pelaku UKM yang Kuat
“Semua produk alumni kurasi, selesai pendampingan harus mencantumkan logo Gernas BBI, manfaatkan teknologi, manfaatkan bahan baku, kuatkan produk untuk berdaya saing dan pastikan legalitas usaha,” pungkasnya.
Diketahui, kegiatan yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah ini, dilaksanakan selama dua hari yakni, mulai Selasa, 11 Juli 2023 hingga Rabu, 12 Juli 2023.















