PALU, theopini.id – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggelar stakeholder meeting provinsi, dalam rangka mensukseskan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP-BIS) yang telah dimulai sejak 2018. Kegiatan itu, dilaksanakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 9 Agustus 2023.
“Pada 2023, pelaksanaan stakeholder meeting provinsi dilaksanakan di 33 provinsi secara on-site atau tatap muka, dibagi dalam empat gelombang dan setiap gelombang dilaksanakan di delapan sampai dengan sembilan provinsi,” ungkap Pustakawan Ahli Utama, Perpusnas RI, Upriyadi, dalam sambutannya.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Ingin Bangun Perpustakaan Berbasis Hybrid
Dia mengatakan, maksud dan tujuan stakeholder meeting provinsi, yaitu memperkuat dan melanjutkan sinergi dan kolaborasi stakeholder sebagai gerakan bersama dalam membangun literasi masyarakat melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Selain itu, untuk membangun kesadaran tentang pentingnya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial agar meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membangun dukungan stakeholder guna perluasan dan berkelanjutan program.
“Kegiatan ini, juga bertujuan untuk mempertemukan para stakeholder di provinsi untuk dapat berkolaborasi, bersinergi, dalam membangun literasi masyrakat,” ujarnya.
Menurutnya, ekosistem pendukung diharapkan dapat memastikan landasan kebijakan yang dibutuhkan bagi pelaksanaan program di daerah, terbentuknya kerjasama dan jejaring antara perpustakaan daerah dengan pemangku kepentingan dan terjadinya perluasan program melalui replikasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial secara mandiri dan berkelanjutan.
“Pertemuan ini, merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan ekosistim pendukung bagi pelaksanaan program di level provinsi, kabupaten dan kota serta desa,” jelasnya
Dia berharap kolaborasi dan sinergi yang dilakukan, dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, mendorong tugas pokok serta fungsi atau tujuan dari setiap stakeholder.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, I Nyoman Sriadijaya mengatakan, Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia yang cukup. Namun, masih memiliki jumlah masyarakat miskin cukup tinggi.
“Hal ini, terjadi karena masih kurangnya pengetahuan, keterampilan dan teknologi untuk memanfaatkan sumber daya,” kata I Nyoman Sriadijaya membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah.
Saat ini, kata dia, nilai indeks literasi pembangunan masyarakat Sulawesi Tengah masuk dalam kategori sedang, yaitu sebesar 67,96 poin, urutan ke 17 dari 34 provinsi se- Indonesia.
Kemudian, tingkat kegemaran membaca Sulawesi Tengah sebesar 56,86 poin. Meskipun, termasuk dalam kategori sedang, tapi hanya terdapat di tiga kabupaten dan kota, yaitu Kota Palu, Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Banggai.
Baca Juga: Tingkatkan Minat Baca Pelajar Melalui Perpustakaan Keliling
Dia menambahkan, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, baru ada di 11 kabupaten/kota dan 54 desa serta kelurahan di Sulawesi Tengah, yang telah mendapatkan bantuan.
“Saya berharap melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, indeks literasi pembangunan masyarakat Sulawesi Tengah tahun ini, dapat meningkat”, imbuhnya.














