PARIMO, theopini.id – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menargetkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) 5-2 ton, tahun ini.
“Tahun lalu, produksi gabah kering giling di wilayah kita rata-rata 4,75 ton. Kita upayakan 5-6 ton pada 2024,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas TPHP Parimo, Dadang Priatna Jaya, di Parigi, Rabu, 7 Februari 2024.
Baca Juga: Pj Bupati Parimo Dorong Gempita Berakselerasi Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Menurutnya, capaian produksi gabah kering di Kabupaten Parimo berbeda-beda. Untuk wilayah utara saja, hasil panen kelompok petani 5-6 ton per hektar.
Bahkan, ada kelompok petani di beberapa wilayah yang meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari dua menjadi tiga atau mengikuti IP400.
Sepanjang pupuk serta Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pateni tersedia. Meskipun, kebutuhan air selama satu tahun memenuhi kebutuhan.
Sejauh ini, ada dua kecamatan yang sudah menggunakan metode IP400 di Kabupaten Parimo, yaitu Parigi Selatan dan Balinggi.
Namun, benih padi super genjah yang tidak mudah didapatkan petani menjadi kendala, karena kelompok petani hanya bisa menanam tiga kali dalam setahun.
“Karena tanamnya dalam satu tahun ada yang tiga kali, dan panennya menyebarang di tahun berikutnya,” terangnya.
Ia menjelaskan, umur padi rata-rata 90 sampai 118 hari. Melihat kondisi itu, tidak memungkinkan bila menerapkan IP400, karena pembagian waktu tanamnya.
Hanya saja, program IP400 di Kabupaten Parimo tetap diupayakan berjalan di dua kecamatan tersebut. Meski sempat menurun hasilnya rendah.
Baca Juga: Staf Khusus Mentan Pantau Panen Padi Nusantara di Parimo
“Gabahnya sama, namun sewaktu digiling jadi beras, susut sekali. Ini merugikan petani,” tukasnya.
Kondisi ini, kata dia, juga telah dilaporkan ke provinsi dan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Kabupaten Parimo akan mencari benih lain, yang sesuai dengan kodisi wilayah.







Komentar