PARIMO, theopini.id – Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo mengatakan, insiden pasien terjebak hingga meninggal di dalam lift RSUD Anuntaloko Parigi, akan menjadi catatan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan.
“Ini akan menjadi catatan. Karena, mis-mis seperti ini bisa kapan saja terjadi,” kata Pj Bupati Richard Arnaldo, di Parigi, Jum’at, 9 Maret 2024.
Baca Juga: Pasien RSUD Anuntaloko Parigi Terjebak hingga Meninggal di Lift
Menurutnya, memang ada kondisi tertentu di wilayah Kabupaten Parimo, yang berkaitan dengan kelistrikan. Sehingga, mempengaruhi pengoperasian alat-alat di rumah sakit tersebut.
Olehnya, harus dilakukan langkah antisipasi guna meminimalisir permasalahan yang sama bisa terjadi kembali, dengan menyiapkan cadangan listrik.
Selain itu, Kepolisian juga telah memeriksa sejumlah pihak di RSUD Anuntaloko Parigi, terkait insiden pasien terjebak di lift tersebut.
“Nanti kita lihat, apakah sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan, atau tidak. Kalau ada pelanggara, kami hargai penyelidikan Kepolisian,” pungkasnya.
Diketahui, insiden pasien terjebak hingga meninggal di dalam lift RSUD Anuntaloko Parigi terjadi pada Sabtu siang, 24 Februari 2024.
Baca Juga: Insiden Pasien Meninggal di Lift, Polisi Periksa Direktur RSUD Anuntaloko Parigi
Pasien terjebak di dalam lift bersama perawat yang mendampinginya saat akan dipindahkan dari ruangan Bayur lantai III ke ruang ICU.
Meskipun pintu lift akhirnya bisa terbuka, namun nyawa pasien berusia 77 tahun tersebut, tak bisa lagi terselamatkan.














