DISPKH Parimo Minta Peternak Tak Potong Sapi Bali Jelang Idulfitri

PARIMO, theopini.id Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah meminta peternak tidak memotong sapi bali, dan menjual dagingnya menjelang perayaan Idulfitri 1445 Hijriah.  

“Sekarang ada virus gembrana yang menyerang sapi bali, dan kami sedang lakukan sterilisasi,” kata Kepala DISPKH Parimo, Arman Maulana, di Parigi, Senin, 1 April 2024.

Baca Juga: Ribuan Ternak Mati Mendadak di Parimo, Ini Penjelasan Disbunak Sulteng

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang gencar melakukan pengecekan dan pemantauan lalu lintas khusus sapi bali, didua pintu masuk Kabupaten Parimo, tepatnya Desa Maleali, Kecamatan Sausu, dan Molosipat, Kecamatan Moutong.

Hal ini, untuk memberikan jaminan kualitas daging yang higienis, sehat dan tidak bermasalah saat dikonsumsi masyarakat, khususnya saat perayaan Idulfitri.

“Bahkan, pengecekan dan pemantauan akan dilakukan diseluruh Rumah Pemotongan Hewan (RPH), untuk memastikan kualitas sapi yang akan dijual,” ujarnya.

Arman pun memastikan ketersediaan stok daging sapi saat ini, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan merayakan lebaran Idulfitri tahun ini.

Buktinya, hasil survei diseluruh RPH di Kabupaten Parimo, akan siap melakukan pemotongan untuk menyediakan stok daging.

“1.700 ton ditahun sebelumnya sudah menjadi gambaran kita, tinggal harga dagingnya saja,” ujarnya.

Baca Juga: Kepala DSPKH Parimo Ingatkan Peternak Jaga Kesehatan Ternak

Ia juga mengatakan, berdasarkan data di lapangan, harga ternak sapi menurun. Namun harga dagingnya mengalami kenaikan jelang perayaan Idulfitri.

Terkait hal itu, pihaknya berupaya tetap memberikan keseimbangan harga terhadap pembeli daging sapi dan peternak sapi.