the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Tinggalkan Utang Miliar, PSP Jauh dari Konsep Modern, Sepi dan Semrawut

the OPINIbythe OPINI
12 Juni 2024
in Headline
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
12 Juni 2024
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Sewa Kios PSP Tak Jelas, DPRD Parimo Desak Pemda Benahi Pengelolaan

Sewa kios Pasar Sentral Parigi disoroti DPRD Parimo, karena belum berkontribusi pada PAD Parimo. (Foto: Tommy Noho)

Baca Juga

Lagi, Penindakan Narkoba di Parimo Tanpa Barang Bukti Sabu

Pencarian Hari Kelima Nihil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Balut Dihentikan

Ditangkap Usai Curi Mobil, Pemuda di Palu Diduga Terlibat 26 Kasus Curanmor

PARIMO, theopini.id – Pemanfaatan Pasar Sentral Parigi (PSP), di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah masih menjadi sorotan.

Kondisi pasar sepi hari-hari ini masih saja dielu-elukan para pedagang. Pasalnya, berdampak pada omset pendapatan, karena tak jauh bedanya dengan pasar mingguan.

Baca Juga: Disperindag: Belum Ada Solusi Relokasi Pedagang Pasar Inpres Tagunu ke PSP

Pasar dengan konsep modern ini, dipadati pengunjung ketika hari besar keagamaan tiba. Sayangnya, para pembeli hanya datang berburu Bahan Pokok Penting (Bapokting), seperti cabai, bawang, minyak goreng, beras, gula pasir dan lainnya.

Bukan itu saja, konsep modern yang dicita-citakan nampaknya tak terwujud. Sebab, terpal berwarna biru, orange, dan hitam masih terlihat bergelantungan di langit-langit pasar, menimbulkan kesan semrawut.

Bahkan, banyak pedagang memilih berjualan di luar lokasi pasar, memanfaatkan badan-badan jalan hingga mobil pikap untuk mengelar dagangannya.

“Persoalan ini, pernah saya sampaikan ke DPRD Parimo. Bahkan, saya minta agar dipertemukan dengan dinas-dinas terkait,” ungkap Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Parigi, H Iskandar, di Parigi, Rabu malam, 12 Juni 2024.

Ia mengatakan, Asosiasi Pedagang sangat menginginkan Pasar Sentral Parigi menjadi ikon Kota Parigi, dengan melakukan penataan kembali agar menciptakan daya tarik.

Sebab, tidak adanya daya tarik menjadi penyebab Pasar Sentral Parigi sepi pengunjung. Ditambah lagi, tempat berjualan pedagang tak didukung fasilitas penunjang.

Contohnya, tidak berfungsinya saluran pembuangan di lokasi pedagang ikan, menimbulkan bau tak sedap, dan minim penerangan.

“Hampir dipastikan, tidak ada daya tariknya pasar modern ini,” tukasnya.

Sebagai Asosiasi Pedangan, Iskandar pun pernah menyarankan Pemda Parimo agar mengarahkan Aparat Negeri Sipil (ASN) hingga personel Kepolisian untuk berbelanja ke Pasar Sentral Parigi sehari dalam sebulan.

“Tapi tidak juga dilakukan. Padahal pemerintah ini, punya power. Kalau ini bisa terjadi, pendapatan pedagang akan meningkat,” ujarnya.       

Padahal, bila Pasar Sentral Parigi dapat dikelola dengan baik, akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari retribusi pasar maupun parkiran.

“Kita lihat saja kondisinya saat ini, banyak bangunan yang dibangun dengan anggaran besar tidak bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Diketahui, Pasar Sentral Parigi dibangun Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo dengan meminjam dana ke Bank Dunia, sebesar Rp19 miliar lebih.

Secara rutin, memang Pemda Parimo telah mengangsur utang pokok beserta bunga setiap tahun, selama kurang lebih 15 tahun, yang akan berakhir pada 2025.

Baca Juga: Wabup Badrun Resmikan Lapak Ikan di Pasar Sentral Parigi

Apabila diasusmikan, dengan jumlah 600 pedagang yang menempati pasar tersebut, total retribusi sebesar Rp2.000 per hari, tak akan mampu menutupi angsuran utang pokok beserta bunga yang menjadi beban Pemda Parimo setiap tahun.

Padahal, perencanaan awal Pemda Parimo di zaman kepeminpinan Longki Djanggola bersama Alm Asmir Ntosa, utang Bank Dunia dibayar melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi Pasar Sentral Parigi.

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #Kemendag#Mendag#parigimoutong#PasarSentralParigi#Sulteng
Previous Post

Hadiri Rakor Penguatan DTKS, Bupati Sigi Dorong Pembaharuan Data Kemiskinan

Next Post

Jokowi Minta Masyarakat Hindari Judi Offline maupun Online

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Jarak Sekolah Jadi Kendala, Parimo Siapkan Rumah Singgah bagi Anak di Wilayah Terpencil

Jarak Sekolah Jadi Kendala, Parimo Siapkan Rumah Singgah bagi Anak di Wilayah Terpencil

21 Oktober 2026
Antrean BBM di SPBU Kampal Membludak, Satgas Parimo Evaluasi Distribusi

Antrean BBM di SPBU Kampal Membludak, Satgas Parimo Evaluasi Distribusi

21 Oktober 2026
Wagub Reny Minta Karang Taruna Lindungi Pemuda dari Narkoba

Wagub Reny Minta Karang Taruna Lindungi Pemuda dari Narkoba

20 Oktober 2026
Sungai Rusak dan Resahkan Warga, Aktivitas Tambang Ilegal di Bonemarawa Donggala Bebas Beroperasi

Sungai Rusak dan Resahkan Warga, Aktivitas Tambang Ilegal di Bonemarawa Donggala Bebas Beroperasi

20 Oktober 2026
Kelangkaan BBM hingga Tambang Ilegal Jadi Bahasan Gubernur dan Kapolda Sulteng

Kelangkaan BBM hingga Tambang Ilegal Jadi Bahasan Gubernur dan Kapolda Sulteng

19 Oktober 2026
Bupati Parimo Lepas Mahasiswa KKN Tematik Moderasi Beragama dan Desa Cerdas

Bupati Parimo Lepas Mahasiswa KKN Tematik Moderasi Beragama dan Desa Cerdas

19 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Lagi, Penindakan Narkoba di Parimo Tanpa Barang Bukti Sabu

Lagi, Penindakan Narkoba di Parimo Tanpa Barang Bukti Sabu

22 Oktober 2026
Pencarian Hari Kelima Nihil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Balut Dihentikan

Pencarian Hari Kelima Nihil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Balut Dihentikan

21 Oktober 2026
Ditangkap Usai Curi Mobil, Pemuda di Palu Diduga Terlibat 26 Kasus Curanmor

Ditangkap Usai Curi Mobil, Pemuda di Palu Diduga Terlibat 26 Kasus Curanmor

21 Oktober 2026
Jarak Sekolah Jadi Kendala, Parimo Siapkan Rumah Singgah bagi Anak di Wilayah Terpencil

Jarak Sekolah Jadi Kendala, Parimo Siapkan Rumah Singgah bagi Anak di Wilayah Terpencil

21 Oktober 2026
Wagub Reny Usulkan Embarkasi Antara, Jemaah Haji Sulteng Tak Perlu Menginap di Balikpapan

Wagub Reny Usulkan Embarkasi Antara, Jemaah Haji Sulteng Tak Perlu Menginap di Balikpapan

21 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Dugaan PETI di Labonu, Sungai Keruh dan Lima Desa Terancam

Dugaan PETI di Labonu, Sungai Keruh dan Lima Desa Terancam

18 Oktober 2026
Pemkot dan PA Palu Perkuat Perlindungan Hak Nafkah Perempuan dan Anak Pascaperceraian

Pemkot dan PA Palu Perkuat Perlindungan Hak Nafkah Perempuan dan Anak Pascaperceraian

19 Oktober 2026
Penggerebekan Narkoba di Kayumalue Diwarnai Perlawanan, 17 Orang Diamankan

Penggerebekan Narkoba di Kayumalue Diwarnai Perlawanan, 17 Orang Diamankan

17 Oktober 2026
Serah Terima Pataka Tandai Estafet Kepemimpinan Polda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rizal Irawan

Serah Terima Pataka Tandai Estafet Kepemimpinan Polda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rizal Irawan

15 Oktober 2026
Basarnas Palu Kenalkan Keselamatan Sejak Dini Lewat SAR Goes to School

Basarnas Palu Kenalkan Keselamatan Sejak Dini Lewat SAR Goes to School

17 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d