Pasca Dinyatakan TMS, Massa Pendukung Isram-Nasar Datangi KPU dan Bawaslu

PARIMO, theopini.id Massa pendukung pasangan Isram Sail Lolo dan Nasar Pakaya menggelar aksi demontrasi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, pasca dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Bergerak dari kediaman bakal calon Bupati jalur perseorangan Isram Said Lolo, puluhan pedemo yang berjalan kaki menuju kantor Bawaslu Parimo, langsung melakukan orasinya, sekira pukul 14.00 WITA, Rabu, 31 Juli 2024.

Baca Juga: AMPL Parimo Akan Gelar Aksi Demo Tolak PT CPM

Dalam orasinya di depan kantor Bawaslu Parimo, yang mendapatkan pengamanan ketat dari pihak Kepolisian, Nazar Pakaya mengatakan pasangan Isram-Nasar yang menolak hasil Verifikasi Administrasi (Vermin) perbaikan kedua, tidak akan menyampaikan permohonan sengketa, sesuai Peraturan KPU.

Sebab, pihaknya khawatir, akan senasib dengan calon perseorangan yang mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya.

“Hal yang sama pasti akan kita alami, seperti pasangan Anwar H Saing dan Asrudin (ANNAS) pada Pilkada 2018,” tukasnya.

Pada Pilkada 2028, kata dia, pasangan perseorangan ANNAS tetap digugurkan KPU Parimo, meskipun telah dinyatakan menang pada sidang sengketa di Bawaslu dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Pantauan media ini, selain menyampaikan aspirasnya, para pendemo juga melakukan aksi bakar ban, dan memberikan obat penghangat tubuh ke para komisioner. Tujuannya, agar Bawaslu tidak dingin dalam menyikapi permasalahan, khususnya hasil Vermin syarat dukungan calon perseorangan.

Kemudian, masa pendukung Isram-Nasar melanjutkan aksi demonstrasi di depan Kantor KPU pada pukul 16.00 WITA.

Di depan KPU Parimo, yang telah mendapatkan pengaman ketat pihak Kepolisian, massa pendukung Isram-Nasar meminta KPU Parimo mengubah hasil putusan Vermin perbaikan kedua yang merugikan mereka.

Bahkan, mereka meminta masuk untuk bertemu dengan Ketua KPU Parimo, yang sempat diwarnai saling dorong antara massa pedemo dan anggota Kepolsian dan TNI di pintu pagar Kantor KPU Parimo.

Baca Juga: Aliansi Jurnalis Sulteng Gelar Aksi Penolakan RUU Penyiaran

Selain itu, pendukung  pasangan Isram-Nasar juga membakar keranda mayat buatan, yang dimaknai sebagi sikap kejujuran dan keadilan telah mati dari penyelenggara KPU bersama seluruh anggotanya.

Aksi demonstrasi berakhir sekitar pukul 17:30 WITA, setelah bakal calon Bupati jalur perseorangan yang dinyatakan TMS, Isram Saidlolo mendatangi pendukungnya dan menyampaikan orasi.

Komentar