FKUB Sulteng dan Sulbar Sinergi Tingkatkan Kualitas Kerukunan

PALU, theopini.idForum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Barat (Sulbar), bersinergi meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di dua wilayah tersebut.

Menurut, Sekretaris FKUB Provinsi Sulteng Doktor Haji Muhammad Munif Aziz Godal, sinergi menjadi kata kunci untuk menoptimalkan dan menggencarkan upaya peningkatan kualitas kerukunan.

Baca Juga: FKUB Sulteng Perkuat Pemahaman Pelajar Tentang Moderasi Beragama

“Maka sinergi dengan FKUB Provinsi Sulawesi Barat menjadi satu upaya bersama, yang sangat penting,” ujar Munif Aziz Godal, di Palu, Senin, 12 Agustus 2024.

BACA JUGA:  Berkat Layanan Berbasis Digital, Satlantas Polres Banggai Raih Penghargaan

Ia mengatakan, pihaknya telah menerima kunjungan studi banding pengurus FKUB Provinsi Sulbar yang dipimpin Sahabuddin Kasim dengan jajaran pengurusnya, di Kota Palu, Sabtu, 10 Agustus 2024.

Pihaknya, memandang studi banding dan silaturahim pengurus FKUB Provinsi Sulbar, merupakan satu komitmen besar dalam meningkatan kualitas kerukunan, yang diikutkan dengan penguatan kolaborasi antar lembaga.

“Oleh karena itu, penguatan kolaorasi ini menjadi satu komitmen kebangsaan untuk keberlanjutan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI,” ungkapnya.

Melalui penguatan kolaborasi ini, FKUB Sulteng dan Sulbar bersama-sama akan melakukan pembinaan umat beragama di wilayah perbatasan.

BACA JUGA:  Polres Parimo Temukan Pelanggaran Administrasi di Lokasi WPR Kayuboko, Alat Berat Tak Disita

“Tentu pembinaan ini, dilakukan dengan mengedepankan pendekatan moderasi beragama, demi menciptakan umat beragama yang moderat,” ucapnya.

Ia mengatakan, FKUB Sulteng sangat aktif menyuarakan pentingnya membangun kerukunan dan toleransi antarumat beragama, melalui pendekatan moderasi beragama.

Baca Juga: Tugu Simbol Kerukunan Umat Beragama di Parimo Diresmikan

Kampanye itu, dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan, yang dalam teknisnya dikolaborasikan dengan pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat.

“Kerukunan adalah ikhtiar merawat kebhinnekaan, menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Komentar