PARIMO, theopini.id – Realisasi penerimaan pajak di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah hingga di pengujung 2024, rata-rata masih mencapai 80%.
“Tingkat kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak masih sangat rendah. Ini cukup mempengaruhi realisasi pajak daerah tahun ini,” ungkap Kepala Bapenda Parimo, Muhammad Yasir, di Parigi, Senin, 2 Desember 2024.
Baca Juga: Realisasi Tagihan Tunggakan Pajak Daerah Capai Rp100 Juta dalam Sebulan
Berdasarkan data realisasi, kata dia, pajak daerah dari sektor rumah makan baru mencapai 80,72% dari target yang ditingkatkan pada APBD perubahan sebesar Rp1,7 miliar.
Sementara, sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih mencapai 80% dari target Rp1,3 miliar. Namun, pihaknya optimis mampu merealisasi hingga 100%.
Sebab, realisasi penyetoran PPB yang dikelola Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi syarat dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPj) mereka.
“Memang harusnya di penghujung tahun ini sudah mencapai 91%. Tapi, ada beberapa pajak daerah yang sifatnya mengikuti kegiatan infrastruktur, seperti galian C,” terangnya.
Sedangkan, untuk pajak daerah dengan target yang cukup besar seperi Penerangan Jalan, baru mencapai 85% dari target Rp13 miliar.
Yasir menyebut, telah banyak upaya yang dilakukan Bapenda Parimo agar capaian realisasi pajak daerah, dapat terealisasi dengan maksimal.
Salah satunya, menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo untuk melakukan penagihan pajak rumah makan dan restoran, dengan penyerahan Surat Kuasa Khusus (SKK).
Langkah ini, menurutnya, memberikan dampak positif. Sebab, tunggakan pajak dengan nominal yang cukup besar, dapat terealisasi.
“Sebelum penagihan dilakukan Kejaksaan, awalnya kami yang melakukan penagihan terlebih dahulu. Jika tidak diindahkan, baru ditangani Jaksa,” terangnya.
Baca Juga: Menurun, Menkeu: Penerimaan Pajak Capai Rp1.028 Triliun pada Semester I-2024
Ia menambahkan, jenis pajak daerah yang juga sulit untuk direalisasikan, yakni sarang burung walet. Padahal, besaran pajak yang diwajibkan hanya 1% dari hasil penjualan petani.
“Kesulitan kami adalah, tidak mudah diketahui mana bangunan walet yang akan panen atau belum,” pungkasnya.







Komentar