PARIMO, theopini.id – Pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Sutoyo berkaitan sistem rujukan pasien puskesmas untuk mengutamakan rumah sakit milik pemerintah daerah, menuai protes.
Protes tersebut, muncul dari Sumitro, SH MH sebagai Hubungan Masyarakat (Humas) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Defina.
Ia menilai, untuk mencapai realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari rumah sakit milik pemerintah, sebaiknya tidak mengorbankan rumah sakit swasta.
Keberadaan RSIA Defina di Kabupaten Parimo, seharusnya dijadikan pembanding agar pelayanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah bisa lebih baik.
“Kami jangan dikorban sebagai rumah sakit swasta. Kami harusnya dijadikan pembanding, supaya pelayanan rumah sakit pemerintah lebih bagus,” tukas Sumitro di Parigi, Jum’at, 16 Mei 2025.
Menurutnya, pasien pun berhak untuk memilih rumah sakit mana saja yang diinginkan dan mendapatkan pelayanan terbaik.
Apalagi, seyogyanya rumah sakit milik pemerintah yang memberikan pelayanan terhadap orang sakit, tidak boleh dipaksakan berkontribusi meningkatkan PAD.
“Masyarakat berhak masuk ke rumah sakit mana saja. Kami pun tidak memaksakan mereka untuk memilih kami sebagai rumah sakit swasta,” ujarnya.
Ia mengatakan, seharusnya rumah sakit milik pemerintah lebih meningkatkan pelayanan agar menjadi pilihan pasien-pasien rujukan puskesmas.
Olehnya, Sumitro berharap, legislatif dan eksekutif di Kabupaten Parimo bisa lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dalam mengatur sistem pelayanan kesehatan, tanpa merugikan pihak lain.
“Kami tidak bermaksud untuk bersaing. Jika ada persaingan, semuanya untuk masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Baca Juga: RSIA Defina Adukan Larangan Rujukan Pasien ke DPRD Parimo
Kehadiran RSIA Defina di Kabupaten Parimo, lanjunya, justru membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Justru pemerintah daerah, harus bersyukur dan bangga karena di Sulawesi Tengah hanya di Kabupaten Parimo ada rumah sakit swasta. Pasien dari luar kabupaten juga sangat terbantu, jadi jangan rugikan masyarakat,” pungkasnya.













