PALU, theopini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas pengendalian seluruh jenis belanja daerah serta optimalisasi efektivitas dan efisiensi dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2025.
“Kita harus bisa memilih dan memilah skala prioritas,” tegas Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, saat membuka FGD di Palu, Kamis, 3 Juli 2025.
Baca Juga: Raker Banggar DPRD Sulteng, TAPD Paparkan Rp5,8 Triliun Belanja Daerah
Ia menyampaikan, efisiensi belanja menjadi indikator penting dalam evaluasi kinerja OPD, bukan hanya berdasarkan tingkat serapan anggaran.
Langkah ini, dinilai krusial untuk menjaga stabilitas fiskal daerah agar APBD tetap sehat hingga akhir tahun.
“OPD wajib mengendalikan belanja agar tidak membebani fiskal. Jangan hanya mengejar penyerapan tanpa memperhatikan manfaatnya,” ujarnya.
Dalam FGD tersebut, Novalina juga menginstruksikan agar kegiatan koordinasi, konsultasi, dan sosialisasi yang tidak memberikan dampak signifikan dapat dikurangi.
“Kalau tidak urgen, jangan dilakukan. Rapat-rapat bisa ditekan dan diganti dengan media komunikasi virtual,” tandasnya.
Ia mendorong pemanfaatan teknologi informasi, seperti zoom, untuk efektivitas koordinasi antarlembaga.
Hal ini, menurutnya, dapat menekan biaya tanpa mengurangi kualitas komunikasi dan pelaksanaan program.
“Optimalkan IT dalam koordinasi dan konsultasi,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga menekankan perlunya pengawasan terhadap perjalanan dinas. Untuk pejabat eselon II, setiap perjalanan dinas harus mendapat persetujuan dari gubernur atau Sekprov guna memastikan urgensinya.
Baca Juga: Banggai Raih WTP ke-13, Pendapatan Daerah Capai 102 Persen dari Target
“Ini bagian dari pengendalian belanja. Kalau tidak penting, lebih baik ditunda,” ujarnya.
FGD ini, menjadi salah satu upaya Pemprov Sulawesi Tengah dalam menyusun kebijakan anggaran yang lebih efektif dan efisien, serta memastikan belanja daerah difokuskan pada program prioritas yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar