SIGI, theopini.id — Ketua DPRD Sigi, Sulawesi Tengah, Minhar Tjeho menegaskan, pentingnya menjadikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029, sebagai ruang penyelarasan visi kepala daerah dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Ia menekankan, keberhasilan pembangunan terletak pada keberanian merumuskan kebijakan yang konkret, terukur, dan berdampak langsung.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor di Sigi, KLHS Jadi Fondasi RPJMD 2025–2029
“Musrenbang ini bukan hanya agenda rutin, tetapi ruang untuk menyatukan visi dengan kondisi nyata masyarakat. DPRD hadir untuk memastikan arah kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” kata Minhar saat menghadiri pembukaan Musrenbang RPJMD di Sigi, Senin, 7 Juli 2025.
Menurut dia, DPRD tidak hanya berperan sebagai pengesah kebijakan, tetapi juga sebagai mitra kritis yang mendorong agar setiap rencana kerja tidak melenceng dari semangat keadilan dan keberlanjutan.
Ia menyebut, pembangunan Sigi ke depan harus bertumpu pada dua kekuatan utama: sektor pertanian dan pariwisata.
“Kita punya kekayaan alam dan potensi lokal yang luar biasa, tapi semua itu harus dikelola dengan cerdas. RPJMD harus menempatkan masyarakat sebagai pusat dari seluruh proses pembangunan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Minhar juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Kabupaten Sigi, mulai dari pemulihan pascabencana, dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, hingga peningkatan kualitas SDM.
Olehnya, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Musrenbang agar tidak terjebak pada pendekatan birokratis semata.
“Setiap poin dalam RPJMD harus realistis, bukan sekadar copy-paste dari dokumen tahun sebelumnya. Ini tentang masa depan Sigi lima tahun ke depan, jadi harus akurat dan inklusif,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh dari DPRD, dalam mengawal setiap tahapan perencanaan agar pelaksanaannya tidak menyimpang dari kepentingan rakyat.
Baca Juga: Bappelitbangda Parimo Susun Dokumen RPJMD 2025-2030
Ia berharap, forum Musrenbang dapat melahirkan rekomendasi yang konkret dan komprehensif untuk menjawab persoalan pembangunan secara menyeluruh.
“Mari kita jadikan Musrenbang ini ruang kolaborasi, bukan hanya seremonial. Jangan ada ego sektoral. Yang utama adalah bagaimana rakyat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News








Comments 4