PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menegaskan, pentingnya budaya kerja birokrasi yang berorientasi pada hasil nyata dan terukur. Ia menekankan, kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dibuktikan, bukan hanya dilaporkan.
“Sekecil apapun kontribusinya, kalau ada hasilnya, itu lebih bernilai daripada rutinitas yang tidak berdampak,” kata Gubernur Anwar Hafid dalam Rapat Pimpinan (Rapim) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Jum’at, 11 Juli 2025.
Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Apresiasi Polri dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Sulteng
Untuk mewujudkan itu, ia mendorong pembentukan laboratorium kinerja di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Laboratorium ini, bukan sekadar tempat fisik, melainkan wadah inovasi, uji coba kebijakan, dan pelacakan hasil nyata dari program-program strategis.
“Tidak perlu besar. Tapi harus ada, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Inilah cara kita menunjukkan bahwa setiap anggaran yang dikelola menghasilkan manfaat,” tambahnya.
Ia menyebut, keberadaan laboratorium ini akan menjadi dasar penyusunan kontrak kinerja berbasis capaian, yang akan diterapkan mulai 2025 di seluruh OPD Pemprov Sulawesi Tengah.
Gubernur Anwar Hafid juga mengajakan untuk menjadikan birokrasi sebagai motor penggerak perubahan, bukan sekadar pelaksana rutinitas.
Sementara itu, Wakil Gubernur dr Reny Lamadjido menekankan pentingnya peran aktif pimpinan OPD dalam mendorong ide-ide baru.
Baca Juga: Sulteng Jadi Sasaran Serius Peredaran Narkoba, Gubernur Anwar Hafid: Ini Bahaya Laten
Ia berharap, inovasi tidak hanya datang dari pimpinan tertinggi, tetapi juga dari jajaran teknis di lapangan.
“Kita perlu ASN yang berani berpikir out of the box dan tidak takut gagal selama niatnya untuk memperbaiki pelayanan publik,” ujarnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar