Latsar CPNS Jadi Instrumen Strategis Reformasi Birokrasi di Sulteng

PALU, theopini.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menjadikan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS), sebagai instrumen strategis dalam upaya reformasi birokrasi.

Melalui program ini, pemerintah berharap lahir generasi ASN yang adaptif, melayani dengan integritas, dan menjadi motor perubahan di lingkup pelayanan publik.

Baca Juga: Hadiri Raker Forsesdasi se-Sulteng, Novalina Ajak Bangun Komunikasi yang Efektif

“Pelatihan dasar ini, bukan sekadar formalitas. Ini adalah fondasi awal dalam membentuk karakter ASN yang profesional, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat melayani,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina saat membuka Latsar CPNS 2025 secara daring dari Kota Palu, Kamis, 24 Juli 2025.

Ia menekankan, tantangan birokrasi modern membutuhkan aparatur yang mampu bekerja dengan nilai dasar ASN, yakni akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, serta antikorupsi.

BACA JUGA:  Pemprov Gorontalo dan BNI Teken MoU Mendukung Digitalisasi Pendapatan Daerah

“Jadilah ASN yang adaptif, responsif, dan inovatif. Karena di pundak kalian, masa depan birokrasi dan pelayanan masyarakat kita dipertaruhkan,” pesannya.

Kegiatan Latsar CPNS ini, diikuti oleh 441 peserta dari 19 perangkat daerah di lingkup Pemprov Sulawesi Tengah. Dari jumlah tersebut, 326 peserta merupakan Golongan III dan 115 peserta dari Golongan II, terbagi dalam 11 angkatan. Pelatihan ini, menggunakan metode blended learning selama 64 hari kerja.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Sulawesi Tengah, Mohammad Fadhly mengatakan, seluruh proses pelatihan mengacu pada regulasi terkini, termasuk Kurikulum dan Pedoman Latsar yang ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).

“Pelatihan ini membekali CPNS dengan nilai-nilai dasar ASN, sikap bela negara, serta kompetensi teknis sesuai bidang tugas. Ini menjadi upaya sistematis membentuk ASN yang berintegritas, unggul, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

BACA JUGA:  Menuju Kota Bersih, Palu Masuk Enam Besar Penilaian Nasional Pengelolaan Sampah

Ia menjelaskan, pelatihan terbagi dalam empat tahap, mulai dari pembelajaran mandiri hingga aktualisasi di tempat kerja, dan diakhiri dengan pembelajaran klasikal secara tatap muka.

Baca Juga: Novalina: Jadikan Sulteng Sebagai Contoh Penerapan Etika Politik yang Baik

Struktur ini, dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan langsung nilai-nilai ASN dalam praktik kerja.

Dengan pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap ASN baru mampu menjadi agen perubahan dalam birokrasi, sejalan dengan agenda Nawacita BERANI yang mengedepankan pelayanan publik yang inklusif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar