PALU, theopini.id – Meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah, mendorong Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu untuk memperkuat kesiapsiagaan operasional.
Langkah ini, tidak hanya berupa siaga pasif, tetapi juga pembuktian komitmen profesional dalam penanganan darurat bencana.
Baca Juga: April-Juni 2025, Basarnas Palu Tangani 22 Operasi SAR: 77 Jiwa Diselamatkan
“Hari ini, kami melaksanakan apel rutin yang kami rangkaikan dengan pengecekan peralatan SAR. Hal ini penting dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa atau musibah lainnya yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Moh Rizal, SH saat memimpin apel dan pengecekan personel, Senin, 28 Juli 2025.
Dalam kegiatan itu, seluruh jajaran Basarnas Palu menjalani pemeriksaan langsung, mulai dari kesiapan personel hingga kelayakan alat utama SAR (alut SAR), perahu karet, peralatan evakuasi, hingga alat komunikasi.
Prosedur ini, dilakukan secara detail untuk memastikan semua komponen bisa bekerja optimal dalam kondisi darurat.
“Dengan pengecekan ini, kami memastikan seluruh personel, alut, dan peralatan siap bergerak kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.
Peningkatan kesiapsiagaan ini, menjadi langkah strategis di tengah tingginya potensi bencana alam di wilayah Sulawesi Tengah.
Baca Juga: 86 Peserta Ikut Tes SKD CASN Basarnas KPP Palu
Basarnas Palu menempatkan kesigapan sebagai indikator profesionalisme institusi, demi memastikan keselamatan dan respon cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.
Melalui rutinitas yang diperketat dan evaluasi berkala, Basarnas Palu berkomitmen menjadi garda terdepan dalam layanan penyelamatan yang cepat, tepat, dan andal.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar