Bendungan Bulango Ulu Siap Genjot Energi Hijau, Pariwisata, dan Hasil Panen Petani Gorontalo

GORONTALO, theopini.id Tak hanya jadi tumpuan irigasi pertanian, Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango diproyeksikan sebagai sumber energi terbarukan dan pusat wisata baru di Gorontalo.

Pemerintah pusat optimistis, proyek ini akan membawa perubahan nyata dalam kehidupan petani dan membuka peluang ekonomi di sektor non-pertanian.

Baca Juga: Atasi Banjir dan Krisis Air di Sulsel, Kementerian PU Genjot Pembangunan Bendungan Jenelata

“Bendungan ini akan jadi lumbung air sekaligus lumbung energi. Kami siapkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan kawasan ini juga punya potensi kuat sebagai destinasi wisata air,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, dalam kunjungannya ke lokasi proyek, Kamis, 7 Agustus 2025.

Per 1 Agustus 2025, progres fisik Bendungan Bulango Ulu telah mencapai 85,6%. Saat beroperasi penuh, bendungan akan menyuplai air baku sebesar 2.200 liter/detik, menyediakan irigasi untuk lahan pertanian seluas 4.950 hektare, dan menghasilkan listrik dari PLTMH dengan kapasitas 4,96 megawatt.

BACA JUGA:  DPR RI Setujui Anggaran Kemendagri pada 2024 Sebesar Rp3,32 Triliun

Hal ini, akan langsung dirasakan oleh petani di kawasan irigasi. Selama ini, pertanian padi dan hortikultura di Gorontalo masih sangat bergantung pada cuaca.

Dengan bendungan ini, musim tanam bisa diperpanjang dan risiko gagal panen akibat kekeringan berkurang drastis.

“Kami berharap petani tak lagi hanya panen satu kali setahun. Dengan suplai air yang stabil, produksi bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat,” ujar Dody.

Selain dampak langsung ke sektor pangan, bendungan ini dirancang untuk mendukung transisi energi bersih di wilayah timur Indonesia.

Listrik dari mikrohidro akan membantu pasokan energi ke desa-desa sekitar, yang selama ini masih bergantung pada sumber tak ramah lingkungan.

Pemerintah juga tengah merancang pemanfaatan kawasan genangan dan sempadan bendungan sebagai destinasi wisata air, olahraga dayung, dan ekowisata.

Diharapkan, kehadiran wisatawan akan mendorong tumbuhnya usaha mikro seperti kuliner lokal, homestay, serta produk kerajinan.

“Kami tidak ingin bendungan hanya dilihat sebagai bangunan beton. Ia harus jadi ekosistem ekonomi baru yang hidup dan menghidupi masyarakat sekitar,” tegas Menteri Dody.

BACA JUGA:  Gusnar Ismail: PAUD Harus Jadi Mitra, Bukan Pengganti Peran Orang Tua

Namun, pembangunan tak lepas dari tantangan, terutama di aspek pembebasan lahan. Dari 1.723 bidang tanah, sekitar 75,91% sudah tuntas, sisanya dalam proses konsinyasi dan pengadilan.

Proyek ini ditargetkan rampung konstruksi pada akhir 2025 dan akan dilanjutkan dengan pengisian air (impounding), instalasi sistem mekanikal, dan penataan lanskap hingga pertengahan 2026.

Baca Juga: Tiga Remaja Tenggelam di Bendungan Moilong Banggai, Satu Orang Tewas

Kawasan ini, juga akan dilengkapi fasilitas umum seperti rumah dinas, aula serbaguna, musholla, dan pos jaga sebagai penunjang operasional.

Jika berjalan sesuai rencana, Bendungan Bulango Ulu akan menjadi salah satu proyek strategis nasional paling berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani, ketahanan air, serta pembangkit ekonomi baru berbasis air dan energi bersih di Gorontalo.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar