BANGGAI, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai, Sulawesi Tengah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk menanam sayur dan buah, sebagai langkah mengatasi tingginya harga pangan di daerah.
Program ini, menjadi kelanjutan dari gerakan “Satu Juta Satu Pekarangan” yang kini dikembangkan menjadi “Pemasalan Penanaman di Pekarangan”.
Baca Juga: Wamentan Apresiasi Program Satu Juta Satu Pekarangan di Banggai
“Dinas TPHP merupakan ujung tombak pertanian di Kabupaten Banggai. Kebun percontohan ini untuk mendukung program penanaman di pekarangan, agar masyarakat bisa aktif memanfaatkan lahan kosong,” ujar Bupati Banggai H Amirudin, saat panen raya tomat di pekarangan belakang Kantor Dinas TPHP, Jum’at, 15 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, program kali ini berbeda karena targetnya seluruh pemilik pekarangan kosong diharapkan aktif menanam, tidak terbatas pada kelompok tertentu saja.
Ia juga meminta penyuluh pertanian lebih gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat mencontoh praktik yang diterapkan Dinas TPHP.
Baca Juga: Jaga Kemandirian Pangan, Sulsel Maksimalkan Lahan Pekarangan Rumah
Selain tomat, kebun percontohan ini menanam bawang, cabai, terong, dan melon. Model tanam yang digunakan bervariasi, mulai dari metode tradisional hingga modern di dalam greenhouse, di mana kebutuhan air dan suhu dikendalikan lewat aplikasi.
“Selama dua bulan terakhir, inflasi di Banggai salah satunya disebabkan mahalnya harga cabai, tomat, dan bawang. Program ini diharapkan bisa menekan angka inflasi tersebut,” tegas Bupati.
Baca berita lainnya di Google News















