the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Melihat dari Dekat Upaya DSLNG Melestarikan Burung Maleo di Banggai

the OPINIbythe OPINI
26 September 2025
in Headline
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
26 September 2025
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Melihat dari Dekat Upaya DSLNG Melestarikan Burung Maleo di Banggai

Penangkaran burung maleo milik PT DSLNG di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. (Foto: IST)

Baca Juga

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

BANGGAI, theopini.id – Sore itu, Jumat, 26 September 2025, bersama sejumlah jurnalis dari Palu dan Luwuk Banggai, saya berkunjung ke kawasan penangkaran burung maleo milik PT Donggi Sinoro Liquefied Natural Gas (DSLNG).

Lokasinya berada di zona hijau perusahaan, tak jauh dari bibir pantai. Suasana asri langsung terasa, deretan pohon tumbuh rindang mengelilingi kandang-kandang penangkaran.

Baca Juga: Gubernur Sulteng Melepasliarkan Burung Maleo ke Habitat Aslinya

Di dalam area tersebut, terdapat beberapa kandang dengan fungsi berbeda: kandang perkawinan, kandang peranakan, kandang indukan, hingga ruang inkubasi.

Kandang indukan tampak paling luas dan teduh, dinaungi pepohonan, diisi sejumlah maleo dewasa. Dari balik pagar kawat, burung berwarna hitam dengan dada putih itu berjalan perlahan, sesekali mengais tanah seakan mencari makan di alam liar.

Ada rasa kagum sekaligus haru saat melihatnya. Burung yang selama ini hanya saya kenal dari gambar di buku atau foto di internet, kini hadir nyata di depan mata. Geraknya tenang, matanya tajam, tapi sekaligus menyiratkan kerentanan, seolah mengingatkan betapa pentingnya melindungi mereka agar tidak hilang dari alam Sulawesi.

Kami yang datang dipandu oleh Eksternal Communication Supervisor DSLNG, Rachmad Aziz, lalu disambut CSR Manager PT DSLNG, Febriant Abby.

Ia menuturkan sejarah penangkaran tersebut. Menurutnya, program ini lahir dari komitmen perusahaan untuk menjaga satwa langka, sekaligus melibatkan masyarakat dalam edukasi konservasi.

Burung maleo (Macrocephalon maleo) indukan yang dipelihara di kandang penangkaran kawasan PT Donggi-Senoro LNG, Sulawesi Tengah.

“Maleo adalah kebanggaan Sulawesi. Kami berupaya melestarikan sekaligus mengenalkan kepada masyarakat pentingnya menjaga habitatnya. Sejauh ini, sudah 127 ekor maleo berhasil dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa Bangkiriang. Saat ini, masih ada 22 ekor di sini sebagai bagian dari edukasi,” ujar Febriant.

Penangkaran ini dilengkapi fasilitas inkubasi. Telur-telur maleo yang diserahkan masyarakat atau hasil sitaan BKSDA Sulawesi Tengah ditetaskan dengan pengaturan suhu, cahaya, dan pakan yang mendekati kondisi alaminya. Kemiri menjadi makanan utama bagi burung yang dikenal pemalu ini.

Namun menjaga maleo bukan perkara mudah. Satwa ini sangat sensitif terhadap suara keras. Saat panik, anak maleo yang baru menetas bisa terluka hingga pertumbuhannya terganggu.

“Kami berusaha meniru habitat asli semaksimal mungkin. Tapi perilaku maleo yang mudah panik menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pelepasliaran tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada pendampingan dan monitoring dari BKSDA secara rutin,” jelas Febriant.

Lebih dari sekadar konservasi, program ini juga menjadi ruang pembelajaran. DSLNG membuka kesempatan bagi pelajar dan masyarakat umum untuk melihat langsung burung maleo, memahami perilakunya, sekaligus mengaitkannya dengan budaya lokal.

Di Kecamatan Batui, misalnya, terdapat tradisi adat Tumpek yang mensyaratkan penggunaan telur maleo. Hal ini, kata Febriant, memperlihatkan betapa erat hubungan satwa ini dengan kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga: Pegiat dan Pemerhati Lingkingan Terima Penghargaan dari Pemprov Sulteng

“Budaya itu menunjukkan pentingnya maleo bagi orang Banggai. Karena itu, pelestariannya juga berarti menjaga identitas budaya,” tambahnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #BKSDASulteng#BurungMaleo#KabupatenBanggai#KementerianLH#PTDSLNG#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Kemah Literasi di Parimo, Ajang Belajar Sekaligus Refleksi Bencana

Next Post

Wamendagri Soroti Daerah Pendapatan Tinggi tapi Belanja Rendah

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

26 September 2026
World Pharmacists Day 2026, IAI Parimo Edukasi Lansia soal Obat yang Tepat

World Pharmacists Day 2026, IAI Parimo Edukasi Lansia soal Obat yang Tepat

26 September 2026
Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

25 September 2026
Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, Polisi Akan Periksa Saksi Pekan Depan

Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, Polisi Akan Periksa Saksi Pekan Depan

25 September 2026
Banjir Rendam Tiga Desa di Kasimbar, BPBD Parimo Soroti Gorong-gorong Trans Sulawesi

Banjir Rendam Tiga Desa di Kasimbar, BPBD Parimo Soroti Gorong-gorong Trans Sulawesi

24 September 2026
Parimo Bentuk Forum PKP, Libatkan Pemerintah, Dunia Usaha hingga Masyarakat

Parimo Bentuk Forum PKP, Libatkan Pemerintah, Dunia Usaha hingga Masyarakat

24 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

26 September 2026
Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

26 September 2026
Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

26 September 2026
Kemah Pemuda di Vatumatando Jadi Ajang Promosi Desa Wisata

Kemah Pemuda di Vatumatando Jadi Ajang Promosi Desa Wisata

26 September 2026
Wabup Parimo Dorong Partai Politik Perkuat Penyerapan Aspirasi Masyarakat

Wabup Parimo Dorong Partai Politik Perkuat Penyerapan Aspirasi Masyarakat

26 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Izin Hanya 17 Hektare, Bukaan Tambang Disebut Capai 100 Hektare di Kayuboko

Izin Hanya 17 Hektare, Bukaan Tambang Disebut Capai 100 Hektare di Kayuboko

21 September 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 127 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

22 September 2026
Warga Tanalanto Ditangkap Polres Parimo, Sabu Seberat 3,69 Gram Disita

Warga Tanalanto Ditangkap Polres Parimo, Sabu Seberat 3,69 Gram Disita

25 September 2026
FKUB Sulteng Usulkan Penguatan Moderasi Beragama bagi Babinsa

FKUB Sulteng Usulkan Penguatan Moderasi Beragama bagi Babinsa

25 September 2026
Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

Coktas KPU Parimo Temukan Warga Masih Hidup Tercatat Meninggal

25 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d