Pemda Parimo Siapkan Skema DBH Ekspor Durian untuk Dongkrak PAD

PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, sedang menyiapkan langkah strategis untuk memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) dari komoditas ekspor durian.

Upaya ini, dilakukan menyusul meningkatnya pengiriman durian asal Kabupaten Parimo ke luar negeri, yang mencapai sekitar 40 persen dari total ekspor Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Sulteng Siapkan Balai Karantina Terpadu, Dorong Ekspor Durian hingga Perikanan

“Kami sedang menyiapkan data ekspor durian dan komoditi lainnya untuk diajukan ke Kementerian Keuangan sebagai bahan pertimbangan DBH,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Parimo, Mohammad Yasir, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) DPRD Parimo bersama pemilik packing house, Kadin Parimo, dan Asosiasi Pekebun Durian Indonesia (Apdurin), Rabu, 8 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, meski usaha packing house durian belum menjadi objek pajak dan retribusi daerah, kehadiran investor memberikan efek ekonomi berantai yang besar.

Selain menciptakan lapangan kerja baru, investasi itu juga memicu kenaikan harga durian di tingkat petani.

“Ketika harga durian naik, pendapatan petani ikut meningkat. Dampaknya, kemampuan mereka membayar pajak daerah juga naik. Jadi, meski tidak langsung, kontribusinya tetap besar,” jelasnya.

Menurutnya, Pemda Parimo telah aktif mempromosikan sektor durian, termasuk lewat Festival Durian Parimo bertema Durian Parigi Moutong Go International.

Langkah ini, menjadi bagian dari upaya menarik investor agar mengembangkan industri pengolahan durian di daerah.

Yasir juga menekankan, pentingnya komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi investor yang sudah masuk ke Kabupaten Parimo. Ia menilai, pelayanan investasi harus sejalan dengan janji pemerintah daerah terhadap para pelaku usaha.

“Kalau ada kendala yang dihadapi perusahaan, kita harus hadir mencarikan solusi. Mereka datang karena kita yang mengundang, jadi kita juga wajib memberi kepastian dan kemudahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta pelaku usaha packing house mencatat jumlah durian asal Parimo yang diolah setiap tahun.

Baca Juga: Pemda Parimo Siapkan 100 Ribu Hektare Lahan untuk Ekspor Durian ke China

Data tersebut, dibutuhkan untuk menghitung kontribusi daerah terhadap volume ekspor nasional dan memperkuat posisi Kabupaten Parimo dalam usulan DBH.

“Selama ini data di PT Pelindo dan Bea Cukai belum mencatat asal daerah durian yang dikirim. Karena itu, kami minta teman-teman packing house membantu agar kita punya data riil produksi durian Parimo,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar