DONGGALA, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Donggala, Sulawesi Tengah meneguhkan komitmennya menjaga eksistensi Bahasa Kaili, sebagai identitas daerah melalui pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 yang digelar di Kecamatan Tanantovea, Senin, 13 Oktober 2025.
Mengusung tema “Lestarikan Bahasa Daerah, Bangkitkan Bahasa Kaili untuk Generasi Muda,” kegiatan ini menjadi wadah tahunan untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap bahasa daerah yang kian tergerus arus globalisasi.
Baca Juga: FTBI 2024: Wujud Nyata Pelestarian Bahasa Daerah di Sulteng
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kaharudin menegaskan, FTBI merupakan bentuk nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya leluhur.
“Bahasa daerah adalah jati diri dan cerminan kearifan lokal. Melalui FTBI, kita ingin memastikan Bahasa Kaili tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Donggala.
Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan ikut ambil bagian dalam beragam lomba berbahasa Kaili, seperti mendongeng, puisi, pidato, cerita pendek, stand up comedy, hingga menyanyi tembang tradisi.
Mereka tampil penuh semangat, menyuarakan pesan agar bahasa ibu tidak hilang di tengah derasnya perkembangan zaman.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, para kepala sekolah, guru pembimbing, dan orang tua peserta.
Baca Juga: Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, Sekda Sigi Dorong Generasi Muda Cinta Bahasa Ibu
Kolaborasi lintas pihak ini menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pelaksanaan FTBI 2025, Pemda Donggala menegaskan diri sebagai daerah berpegang teguh pada akar budayanya, menjaga Bahasa Kaili tetap hidup dan warisan identitas yang tak lekang oleh waktu.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar