DONGGALA, theopini.id — Kolaborasi antara sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan SD Negeri 8 Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dalam menjaga angka putus sekolah tetap nol persen selama beberapa tahun terakhir.
Sekolah dasar yang berlokasi di Kecamatan Banawa itu, berhasil membangun sistem dukungan sosial yang kuat demi memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan dasar secara penuh.
Baca Juga: Kolaborasi Jadi Kunci, Desa Toaya Catat Angka Putus Sekolah di Bawah 10 Persen
Guru Kelas VI SD Negeri 8 Banawa, Rusaida menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak hanya hasil dari kerja keras sekolah, tetapi juga bentuk kepedulian bersama seluruh elemen di lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, di SD Negeri 8 Banawa tidak ada anak yang putus sekolah. Pemerintah desa dan orang tua sangat peduli terhadap pendidikan anak-anak,” ujarnya, Senin, 13 Oktober 2025.
Menurutnya, kolaborasi itu terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari kunjungan rumah bagi siswa yang jarang hadir, hingga dukungan logistik dan moral dari masyarakat agar anak-anak tetap semangat belajar.
Baca Juga: UNDP Didesak Tuntaskan Pembangunan 7 Sekolah di Parimo
“Kalau sudah masuk SMP, kami tidak tahu lagi karena itu di luar tanggung jawab kami. Tapi selama di SD, semua anak bersekolah dengan baik,” jelasnya.
Setiap tahun, tingkat kelulusan di SD Negeri 8 Banawa mencapai 100 persen. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan masyarakat berperan besar dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dasar di Kabupaten Donggala.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar