DONGGALA, theopini.id – Upaya Pemerintah Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dalam menekan angka putus sekolah membuahkan hasil signifikan.
Berkat strategi kolaboratif yang melibatkan banyak pihak, tingkat putus sekolah di desa tersebut kini tercatat di bawah 10 persen.
Baca Juga: Tahun Depan, Kemenag Targetkan Angka Perkawinan Anak Turun 8,74 Persen
“Kami selalu melakukan pendekatan komunikasi intensif dengan keluarga dan anak-anak yang sempat berhenti sekolah. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pentingnya pendidikan, tetapi juga memahami kendala yang mereka hadapi,” ujar Kepala Desa Toaya, Ompo Wijaya, Rabu, 1 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, faktor ekonomi dan jarak sekolah yang jauh masih menjadi kendala utama. Untuk itu, pemerintah desa menggandeng berbagai lembaga pendidikan swasta guna menyediakan alternatif belajar yang lebih fleksibel.
Mulai dari bimbingan belajar, kelas tambahan, hingga sistem pembelajaran paruh waktu bagi anak-anak yang harus membantu keluarga.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi penopang keberhasilan ini. Guru, orang tua, tokoh masyarakat, hingga lembaga swasta ikut aktif memastikan anak-anak tetap berada di bangku sekolah.
Baca Juga: Data Pendidikan Tak Sinkron Dinilai Sebabkan Anak Putus Sekolah di Sulteng
Program motivasi dan penghargaan bagi siswa yang rajin bersekolah, turut meningkatkan partisipasi sekaligus kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan.
“Setiap anak yang terus menempuh pendidikan adalah harapan masa depan Desa Toaya. Menjaga mereka tetap bersekolah adalah investasi jangka panjang bagi desa ini,” tegas Ompo.
Baca berita lainnya di Google News
















