SIGI, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi, Sulawesi Tengah, terus mendorong tumbuhnya inovasi berbasis potensi lokal lewat peluncuran Program Inkubasi GIAT 3.0, yang dibiayai melalui Dana Insentif Fiskal (DIF) Tahun Anggaran 2025.
“Program inkubasi ini, merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas produk dan kapasitas pelaku usaha serta kelompok masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan pariwisata,” ujar Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae saat meresmikan kegiatan tersebut, Jum’at, 7 November 2025.
Baca Juga: Melihat dari Dekat Upaya DSLNG Melestarikan Burung Maleo di Banggai
Melalui Program Inkubasi GIAT 3.0, pemerintah daerah ingin memperkuat kemampuan aparatur dan masyarakat dalam merancang serta mengimplementasikan inovasi pembangunan yang sesuai dengan potensi wilayah.
Program ini, merupakan kolaborasi antara Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sigi dengan Gampiri Interaksi Lestari sebagai inkubator daerah.
Bupati Rizal menegaskan, pentingnya komitmen seluruh peserta untuk mengikuti program ini secara serius.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Serap ilmu dari para mentor, perbaiki manajemen usaha, dan perluas jaringan. Jadikan program ini batu loncatan untuk memperkuat daya saing produk lokal kita,” pesannya.
Ia juga mengajak, seluruh perangkat daerah dan mitra pendamping untuk memberikan dukungan lanjutan bagi peserta inkubasi, mulai dari pendampingan usaha, fasilitasi perizinan, promosi produk lokal, hingga akses pembiayaan dan pasar.
“Tujuan akhirnya adalah agar peserta tidak hanya berkembang selama program berlangsung, tetapi juga mampu mandiri dan berdaya saing setelahnya,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkot Makassar Gelar FPD, Wujudkan Koperasi dan UMKM Inovatif
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut. “Semoga program ini menjadi langkah awal menuju kemajuan usaha, peningkatan kualitas produk, dan kesejahteraan masyarakat Sigi,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







