PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah membahas arah pembangunan kependudukan melalui Seminar Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJKP) di Parigi, Kamis, 11 Desember 2025.
Kegiatan yang digagas Beppelitbangda ini. sebagai langkah memperkuat integrasi isu kependudukan dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak hanya difokuskan kepada aspek kuantitas tetapi juga kualitas distribusi dan mobilitas penduduk,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Parimo, H. Abdul Sahid saat membuka seminar tersebut.
Baca Juga: Pemda Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM untuk Manfaatkan Bonus Demografi
Seminar ini, menjadi bagian penting dari penyusunan dokumen PJKP yang bersifat strategis dan memayungi kebijakan lintas sektor terkait pengelolaan penduduk di Kabupaten Parimo.
Dalam sambutannya. Wabup Sahid menegaskan, dokumen PJKP disusun untuk memastikan arah intervensi pembangunan menghasilkan penduduk yang sehat, produktif, berdaya saing, serta seimbang secara demografi.
Ia menjelaskan, salah satu inti pembahasan dalam PJKP adalah optimalisasi bonus demografi. Di mana, jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif.
Untuk mencapai manfaat bonus demografi secara optimal, pemerintah daerah menekankan peningkatan pendidikan, kualitas kesehatan, pelatihan dan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan ketahanan keluarga dan perlindungan sosial.
“Selain kualitas penduduk, seminar ini juga mengangkat isu persebaran penduduk dan pengelolaan urbanisasi berkelanjutan,” tambahnya.
Ia mengatakan, urbanisasi yang tak terkendali dapat memicu ketimpangan akses layanan dasar, tekanan terhadap lingkungan, serta ketidakseimbangan pembangunan antarwilayah.
Karena itu, penyusunan PJKP diarahkan untuk menciptakan keserasian antara pertumbuhan penduduk, pembangunan wilayah, dan daya dukung lingkungan.
Wabup Sahid juga mengaitkan implementasi PJKP dengan visi pembangunan daerah “Parigi Moutong Maju Mandiri Berkelanjutan Melalui Gerbang Desa”.
Ia menekankan tiga misi daerah yang beririsan langsung dengan PJKP, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi rakyat, mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, dan memperkuat ketahanan ekologi berbasis sosial budaya.
Menurutnya, dokumen PJKP mengakomodasi 30 indikator yang akan menjadi acuan dalam peningkatan kapasitas dan kualitas hidup penduduk.
Melalui indikator tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperluas akses pendidikan bermutu, meningkatkan layanan masyarakat, serta mendorong standar hidup yang lebih layak bagi seluruh warga Parimo.
Baca Juga: Pemda Parimo Sosialisasi Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan Dokumen PJKP dalam penyusunan RPJMD, Renstra OPD, hingga dokumen perencanaan desa agar seluruh kebijakan pembangunan terarah, berbasis data, dan berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh peserta seminar baik dari OPD, akademisi, maupun lembaga mitra, dapat mengikuti kegiatan dengan penuh keseriusan. Informasi yang diperoleh, katanya, harus mampu memperkuat integrasi isu kependudukan dalam setiap program pembangunan daerah,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News













