Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak Dini, Siswa SDIT Izzul Islam Kunjungi Kantor SAR Palu

PALU, theopini.idUpaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah dasar, dilakukan melalui kunjungan edukatif siswa SDIT Izzul Islam ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu, Jum’at, 23 Januari 2026.

“Anak-anak perlu dikenalkan mitigasi bencana sejak dini agar memiliki kesadaran dan kesiapan saat menghadapi situasi darurat, khususnya gempa bumi,” ujar Kepala Urusan Umum Kantor SAR Palu, Ruslan, di sela kegiatan outing class tersebut.

Baca Juga: BNPB Minta Disdikbud Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah

Ia menjelaskan, pengenalan mitigasi bencana kepada anak-anak menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana, terutama di wilayah rawan gempa seperti Sulawesi Tengah.

BACA JUGA:  APBD 2023 Kabupaten Parimo Sebesar Rp1,7 Triliun Disahkan

Menurutnya, pemahaman dasar yang diberikan sejak usia dini akan membentuk sikap tenang dan terarah saat bencana terjadi.

“Yang kami tekankan bukan hanya teori, tetapi bagaimana mereka tahu langkah-langkah sederhana yang bisa menyelamatkan diri,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 42 siswa yang didampingi sembilan guru mengikuti berbagai materi edukasi, mulai dari pemutaran video kebencanaan, penjelasan langsung dari petugas Basarnas, hingga simulasi evakuasi gempa bumi.

Selain itu, para siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah peralatan SAR yang digunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan, seperti perahu karet, kendaraan operasional, serta perlengkapan keselamatan.

BACA JUGA:  Pemilihan Duta Genre Parimo, Diharapkan Menekan Permasalahan Remaja

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran berkelanjutan di sekolah, Kantor SAR Palu turut menyerahkan buku edukasi SAR Goes to School kepada perwakilan guru SDIT Izzul Islam.

Baca Juga: BPBD Parimo Edukasi Soal Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi

“Harapannya, ilmu yang didapat hari ini bisa dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah dan keluarga di rumah,” ujarnya.

Kegiatan outing class ini diharapkan mampu memperkuat peran sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keselamatan dan kesiapsiagaan bencana, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang lebih sadar risiko bencana di lingkungannya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar