PARIMO, theopini.id – Meski progres pembangunan telah mencapai lebih dari 98 persen dengan deviasi yang tergolong tipis, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tetap kembali memperpanjang kontrak proyek pembangunan gedung layanan perpustakaan daerah.
Perpanjangan kontrak kedua tersebut, guna memberi kesempatan kepada CV Arawan sebagai penyedia jasa menyelesaikan sisa pekerjaan.
Padahal, CV Arawan sebelumnya telah memperoleh perpanjangan waktu selama 50 hari, terhitung sejak 14 Desember 2025 hingga 2 Februari 2026. Namun saat kontrak berakhir, proyek senilai Rp8,7 miliar itu belum juga rampung.
Baca Juga: Pencairan Dana Proyek Perpustakaan Diduga Mendapat Tekanan dari Wabup Parimo
“Yang pasti sudah ada adendum kedua, berupa perpanjangan selama 40 hari kalender,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Parimo, Syamsu Nadjamudin, yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) baru proyek perpustakaan daerah, saat dikonfirmasi via telepon, Selasa sore, 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, perpanjangan kontrak tersebut terhitung sejak Senin, 9 Februari 2026, setelah penyerahan tugas PPK lama, Sakti A. Lasimpala, kepadanya sebagai pejabat baru.
“Dasar itulah dibuatkan adendum,” jelasnya.
Hingga 2 Februari 2026, kata dia, progres pembangunan gedung layanan perpustakaan daerah telah mencapai 98,0652 persen atau mengalami deviasi 1,9348 persen.
Keterlambatan kali ini masih disebabkan persoalan serupa, yakni material kaca yang belum tiba dan masih dalam proses pengiriman.
Material kaca yang dipesan sebelumnya mengalami kesalahan pengukuran, sehingga pihak penyedia harus melakukan pemesanan ulang.
“Ini kendalanya hanya kaca, masih dalam proses pengiriman. Kalau sudah datang, mungkin satu atau dua hari sudah selesai. Kemarin yang datang salah ukuran, kekecilan. Informasinya, kaca akan tiba hari Rabu pekan ini,” imbuh Syamsu.
Menurut dia, pemberian perpanjangan kontrak kedua kepada CV Arawan telah melalui proses konsultasi dengan sejumlah pihak terkait, salah satunya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tengah.
Selain pemasangan kaca, pekerjaan kanopi menjadi item mendasar yang harus segera diselesaikan pihak penyedia.
“Kanopi ini tidak bisa dikerjakan sebelum kacanya terpasang. Saya setiap hari datang memantau pekerjaan di sana. Nanti saya cek lagi apakah material kacanya sudah datang atau belum,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Teknis Lapangan CV Arawan, Rizal, membenarkan pihaknya masih menunggu pengiriman material kaca dari Surabaya yang ditargetkan tiba pada Kamis, 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, seluruh material kaca yang dipesan memiliki ukuran tipikal atau seragam. Namun, bagian sudut rangka belum terpasang karena masih menunggu kepastian ukuran akhir.
“Kami belum tahu ukuran pasti di bagian sudut-sudut itu, karena sisanya. Setelah semua kaca terpasang, baru kami pesan untuk bagian sudut. Kalau hanya asumsi ukuran, bisa kurang atau lebih. Sekarang semua sudah terpasang, tinggal bagian sudut,” jelasnya.
Baca Juga: Proyek Perpustakaan Tak Kunjung Tuntas, Dispusarda Parimo Belum Ambil Sikap
Untuk item kanopi, lanjut Rizal, saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Ia optimistis proyek pembangunan gedung layanan perpustakaan daerah dapat rampung sebelum bulan suci Ramadan.
“Kami targetkan sebelum puasa sudah selesai semua,” pungkasnya.
Kondisi tersebut membuat perpanjangan kontrak kembali dilakukan. Progres proyek yang telah menembus 98 persen nyatanya belum mampu mencegah perpanjangan kontrak kedua, menandakan pekerjaan krusial masih menjadi titik lemah dalam penyelesaian gedung perpustakaan daerah.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar