PARIMO, theopini.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk memperbaiki dan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui sejumlah program prioritas sepanjang 2026.
“Memang ada pola yang harus kita ubah dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Darlin, Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Parimo, usai rapat bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca Juga: Dinkes Parimo Dampingi 23 Puskesmas Menuju Penerapan BLUD
Pernyataan itu, disampaikan Darlin menyusul kritik langsung sejumlah anggota legislatif terhadap kualitas layanan kesehatan di daerah tersebut.
Ia menjelaskan, salah satu upaya yang telah dijalankan Dinkes adalah peluncuran program Sehat Bersama, yang dirancang untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
“Dengan terus merilis sejumlah program di 2026, pemerintah melalui Dinkes berkomitmen agar masyarakat lebih merasakan kehadiran layanan kesehatan,” katanya.
Darlin menegaskan, komitmen tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjalankan amanah pelayanan publik di sektor kesehatan.
“Ini akan menjadi komitmen kita dalam menjalankan amanah,” tegasnya.
Selain itu, ia memastikan akan menekankan perbaikan layanan kepada seluruh puskesmas yang selama ini masih menerima banyak keluhan dari masyarakat.
Menurutnya, meskipun puskesmas dan rumah sakit memiliki sistem manajemen yang berbeda, koordinasi lintas layanan tetap menjadi keharusan karena menyangkut hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.
“Ini menyangkut layanan kesehatan masyarakat, sehingga tetap harus kita koordinasikan dengan seluruh pihak rumah sakit,” ujarnya.
Baca Juga: Karhutla Ancam Warga, Dinkes Parimo Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan
Terkait usulan sejumlah anggota DPRD Parimo mengenai relokasi RSUD Anuntaloko Parigi ke lokasi yang lebih representatif, Darlin menyatakan menyambut baik gagasan tersebut.
“Saya rasa ini baik, dan akan saya coba koordinasikan dengan pimpinan daerah serta seluruh direktur RSUD sebagai penentu kebijakan,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News















