the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Kemiskinan Parimo 39.387 Jiwa, Gubernur Sulteng Soroti Rumah Tidak Layak Huni

the OPINIbythe OPINI
27 Februari 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
27 Februari 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Kemiskinan Parimo 39.387 Jiwa, Gubernur Sulteng Soroti Rumah Tidak Layak Huni

Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid saat menghadiri Rapat Kerja Pemprov Sulawesi Tengah bersama Pemda Parimo di Auditorium Kantor Bupati Parimo, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: Tommy Noho)

Baca Juga

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

PARIMO, theopini.id — Sebanyak 39.387 warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) masih tercatat dalam kategori miskin. Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H Anwar Hafid menyoroti persoalan rumah tidak layak huni sebagai salah satu faktor dominan penyumbang tingginya angka kemiskinan tersebut.

“Kalau kita tidak mulai dari data yang benar, uang kita hanya akan tampias dan tidak menyentuh yang paling membutuhkan,” tegas Anwar dalam Rapat Kerja Pemprov Sulawesi Tengah bersama Pemda Parimo di Auditorium Kantor Bupati Parimo, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, secara umum angka kemiskinan Sulawesi Tengah dalam setahun terakhir memang turun sekitar 0,54 persen atau sekitar 13 ribu jiwa.

Namun penurunan itu, dinilai belum signifikan karena masih terdapat kurang lebih 330 ribu warga berada di bawah garis kemiskinan.

Ia menilai, luas wilayah Sulawesi Tengah yang mencakup sekitar 2.000 desa dan 157 kecamatan menjadi tantangan tersendiri, sehingga anggaran belum sepenuhnya menyentuh seluruh persoalan mendasar masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dinilai penting agar intervensi benar-benar fokus pada akar masalah.

“Kita hadir sebagai pemerintah untuk mengangkat saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan. Ini tidak mungkin dilakukan sendiri oleh bupati, gubernur, atau presiden. Harus kita kerjakan bersama,” ujarnya.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), warga Kabupaten Parimo yang masuk kategori membutuhkan tersebar dalam beberapa desil, yakni Desil 1 sekitar 21 ribu jiwa, Desil 2 sekitar 18 ribu jiwa, Desil 3 sekitar 18 ribu jiwa, Desil 4 sekitar 17 ribu jiwa, dan Desil 5 sekitar 17 ribu jiwa. Namun Anwar mengingatkan data tersebut belum tentu sepenuhnya akurat.

Ia mengakui masih terdapat penggunaan anggaran yang belum tepat sasaran karena perencanaan belum sepenuhnya berbasis data terintegrasi.

Olehnya, ia mendorong seluruh daerah menggunakan DTSEN sebagai pijakan bersama, namun tetap disertai verifikasi faktual (verval) oleh pemerintah desa dan kecamatan.

Sorotan utama Anwar tertuju pada sektor perumahan. Berdasarkan data awal, sekitar 21 ribu warga Kabupaten Parimo masuk kategori miskin karena kondisi rumah tidak layak huni. Selain itu, sekitar 4 ribu warga belum memiliki akses listrik.

Dari sisi mata pencaharian, terdapat ribuan nelayan dan sekitar 3.480 petani yang masih tercatat dalam kategori miskin, padahal Kabupaten Parimo dikenal sebagai daerah agraris dengan lahan dan sumber daya yang cukup.

Menurutnya, banyak warga masuk kategori miskin bukan semata-mata karena tidak memiliki penghasilan, melainkan karena kondisi rumah saat survey seperti atap, lantai, dan dinding tidak layak, yang menjadi indikator penilaian. Secara umum, kategori miskin tercatat memiliki penghasilan rata-rata Rp500–600 ribu per bulan.

Gubernur Anwar Hafid mengaku telah berdiskusi dengan Menteri Perumahan, dan melihat intervensi perbaikan rumah memiliki dampak besar terhadap perubahan status kesejahteraan warga. Ia menilai sektor perumahan menjadi kunci penting dalam menurunkan angka kemiskinan di daerah.

“Daerah kita ini kaya. Tapi kalau tidak tepat sasaran, hasilnya tidak maksimal. Kita harus mulai dari data, verifikasi dengan jujur, lalu intervensi yang benar-benar menyentuh akar persoalan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #AnwarHafid#Kemendagri#parigimoutong#PemdaParimo#PemprovSulteng#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Tim Gabungan Padamkan Karhutla 2,5 Hektare di Labuan Donggulu

Next Post

Ekspor Perdana ke Tiongkok, Kadin Parimo Siap Jadi Penjamin Pasar Durian Petani

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Kemah Pemuda di Vatumatando Jadi Ajang Promosi Desa Wisata

Kemah Pemuda di Vatumatando Jadi Ajang Promosi Desa Wisata

26 September 2026
Tak Penuhi Kewajiban, ESDM Sulteng Ajukan Pencabutan Izin CV BBN di Parimo

Tak Penuhi Kewajiban, ESDM Sulteng Ajukan Pencabutan Izin CV BBN di Parimo

25 September 2026
Bupati Banggai Tegaskan PPPK Tidak Disiplin Kontrak Tak Diperpanjang

Bupati Banggai Tegaskan PPPK Tidak Disiplin Kontrak Tak Diperpanjang

25 September 2026
Kebutuhan Alat Bantu Disabilitas di Parimo Capai 1.000 Usulan

Kebutuhan Alat Bantu Disabilitas di Parimo Capai 1.000 Usulan

25 September 2026
Wali Kota Makassar Raih Penghargaan TP2DD Terbaik 2026

Wali Kota Makassar Raih Penghargaan TP2DD Terbaik 2026

24 September 2026
Sampah Parimo 84 Ribu Ton per Tahun, Baru 12,46 Persen Terkelola

Sampah Parimo 84 Ribu Ton per Tahun, Baru 12,46 Persen Terkelola

24 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

Target Juara, Atlet Parimo Ikut Kejuaraan Petanque di Kota Palu

26 September 2026
Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

Diduga Gelapkan Uang Rp60 Juta, Polisi Tangkap Tiga Karyawan Toko

26 September 2026
Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

26 September 2026
Kemah Pemuda di Vatumatando Jadi Ajang Promosi Desa Wisata

Kemah Pemuda di Vatumatando Jadi Ajang Promosi Desa Wisata

26 September 2026
Wabup Parimo Dorong Partai Politik Perkuat Penyerapan Aspirasi Masyarakat

Wabup Parimo Dorong Partai Politik Perkuat Penyerapan Aspirasi Masyarakat

26 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Siswa 11 Tahun di Ampibabo Diduga Alami Kekerasan, Keluarga Lapor Polisi

Siswa 11 Tahun di Ampibabo Diduga Alami Kekerasan, Keluarga Lapor Polisi

22 September 2026
Wabup Parimo: Apoteker Punya Peran Penting Pastikan Penggunaan Obat Aman

Wabup Parimo: Apoteker Punya Peran Penting Pastikan Penggunaan Obat Aman

26 September 2026
MPDN Banggai Diminta Perkuat Pengawasan Notaris dan Perlindungan Masyarakat

MPDN Banggai Diminta Perkuat Pengawasan Notaris dan Perlindungan Masyarakat

23 September 2026
Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

Dugaan Kekerasan Siswa SD di Ampibabo, UPT PPA Parimo Pastikan Laporan Belum Dicabut

26 September 2026
Banjir Rendam 14 Rumah Warga di Desa Sendana Kasimbar

Banjir Rendam 14 Rumah Warga di Desa Sendana Kasimbar

23 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d