the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Parlemen

Soal Tambang Emas, Anggota DPRD Parimo: Kita Tidak Serius, Ini Soal Nyawa

the OPINIbythe OPINI
3 Maret 2026
in Parlemen
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
3 Maret 2026
in Parlemen
Reading Time: 2 mins read
Soal Tambang Emas, Anggota DPRD Parimo: Kita Tidak Serius, Ini Soal Nyawa

Anggota DPRD Parimo, Muhammad Irfain, saat rapat paripurna DPRD Parimo, Selasa, 2 Maret 2026. (Foto: Galvin)

Baca Juga

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

PARIMO, theopini.id — Aktivitas pertambangan emas di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah kembali menjadi sorotan.

Anggota DPRD Parimo, Muhammad Irfain, menilai penanganan persoalan tambang emas belum dilakukan secara serius, meski telah menimbulkan korban jiwa akibat longsor di beberapa titik.

“Saya berbelasungkawa terhadap para korban yang tertimbun longsor di lokasi tambang emas Buranga dan Kayuboko serta Moutong. Ini sampai kapan?” ujar Irfain, dalam rapat paripurna DPRD Parimo, Selasa, 2 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, hampir setiap hari informasi mengenai aktivitas tambang emas beredar di media sosial, termasuk di Facebook, dengan banyak titik yang disebut masih beroperasi.

“Di media sosial Facebook hampir tiap hari dan banyak titik kita disajikan informasi soal aktivitas tambang emas ini,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan penting karena terkesan ada kelalaian dalam menyikapi dampak kerusakan lingkungan yang berujung pada korban jiwa.

“Maksudnya catatan penting sebenarnya ini, kita lalai dari hal-hal seperti begini. Saya tidak tahu, apa kita lalai atau membiarkan saja, kita tidak mau bicara soal ini, kita tidak mau serius,” tegasnya.

Irfain menilai, aktivitas tambang yang berada dekat dengan pemukiman padat penduduk sangat berisiko dan menyangkut keselamatan warga.

“Kita tidak serius terkait dengan kerusakan lingkungan yang mengakibatkan korban jiwa. Kalau aktivitasnya dekat pemukiman, padat penduduk, ada nyawa di situ. Kemudian kerusakan lingkungan yang terkena longsor, nyawa itu,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya dugaan oknum yang menikmati hasil tambang secara ilegal.

“Ada oknum yang menikmati sendiri hasil bumi kita dan kemudian itu ilegal, dugaannya dari pemerintah daerah juga oknumnya,” katanya.

Meski demikian, Irfain menegaskan pihaknya tidak bermaksud membatasi masyarakat dalam mencari penghidupan. Namun, menurutnya, perlu ada pengaturan teknis yang jelas agar aktivitas pertambangan tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi daerah.

“Kita tidak juga membatasi orang mencari hidup untuk mengisi perutnya. Tapi ada hal-hal yang teknis saya kira harus diatur. Kalau orang datang mendulang, jangan hanya satu, sepuluh itu boleh. Tapi kalau dengan alat, ada korban di sana, ada kerusakan di sana, ada kerugian. Daerah dapat apa? Ampas. Daerah dapat kerusakan lingkungannya, dapat dampak bencana,” tegasnya.

Menurutnya, aspirasi terkait persoalan tambang emas telah berulang kali disampaikan kepada DPRD Parimo. Namun, ia mengakui belum ada langkah tegas yang mampu menghentikan praktik yang merugikan daerah tersebut.

“Saya akan tetap bicara, karena ini amanat rakyat. Harapannya bagaimana Kabupaten Parimo menjadi lebih baik, lebih transparan, dan bersih. Meskipun kita juga tidak bersih-bersih amat, paling tidak, jangan sampai kita menjadi apatis di daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DPRDParimo#KementerianESDM#MuhammadIrfain#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Bupati Parimo Bawa Data Infrastruktur Rusak dan 117 Ribu Warga Miskin ke Kementrans

Next Post

Nomor Palsu Catut Kapolres Banggai, Polisi Pastikan Modus Penipuan

the OPINI

the OPINI

Related Posts

DPRD Parimo Minta Satgas PHL Awasi Dugaan Aktivitas Tambang di Balinggi dan Sausu

DPRD Parimo Minta Satgas PHL Awasi Dugaan Aktivitas Tambang di Balinggi dan Sausu

30 Agustus 2026
17 IPR Segera Diserahkan, DPRD Parimo Soroti Manfaat Ekonomi bagi Daerah

17 IPR Segera Diserahkan, DPRD Parimo Soroti Manfaat Ekonomi bagi Daerah

29 Agustus 2026
DPRD Parimo Minta Satgas PHL Awasi Dugaan Aktivitas Tambang di Balinggi dan Sausu

Ketua DPRD Parimo Minta Efisiensi Anggaran Tetap Prioritaskan Bencana, Pendidikan dan Infrastruktur Desa

28 Agustus 2026
Irfain Minta Pemda Parimo Atensi Warga Salepai yang Diduga Terlantar Usai Hendak Jadi TKW

Irfain Minta Pemda Parimo Atensi Warga Salepai yang Diduga Terlantar Usai Hendak Jadi TKW

23 Agustus 2026
Jelang Porprov Sulteng di Morowali, KONI Parimo Bentuk Tim 9

Faisan Soroti GOR Tombolotutu Terbengkalai, Aset Rusak dan Hilang Dinilai Hambat Potensi PAD

22 Agustus 2026
Abdin Apresiasi Penerangan Jalan, Wajah Ibu Kota Parigi Mulai Terlihat

Abdin Apresiasi Penerangan Jalan, Wajah Ibu Kota Parigi Mulai Terlihat

22 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

BPBD Parimo Geser Alat Berat, Fokus Normalisasi Sungai dan Pulihkan Akses Warga di Kasimbar

30 Agustus 2026
Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

Gusnar Kirim Pejabat Gorontalo Belajar ke Tomohon, Bidik Event Mendunia dan Digitalisasi Pemerintahan

30 Agustus 2026
BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

BPBD Parimo Fokus Pulihkan Akses Air Bersih dan 10 Rumah Terdampak Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

Mangkir dari Panggilan, Polda Sulteng Tangkap Dua Pria dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Parimo

30 Agustus 2026
Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

Guru di Ampibabo Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua

30 Agustus 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Parimo Soroti Kendala Distribusi ke Wilayah Terpencil

Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Parimo Soroti Kendala Distribusi ke Wilayah Terpencil

29 Agustus 2026
Polda Sulteng Ungkap Kronologi Kejadian Insiden Perkelahian di Depan Alfamidi Palu

Polda Sulteng Ungkap Kronologi Kejadian Insiden Perkelahian di Depan Alfamidi Palu

28 Agustus 2026
Pascabanjir Bandang Avolua, 57 Rumah Terdampak dan 14 KK Masih Mengungsi

Pascabanjir Bandang Avolua, 57 Rumah Terdampak dan 14 KK Masih Mengungsi

28 Agustus 2026
Disdukcapil Parimo Perkuat Keamanan Data Kependudukan, Raih Sertifikasi ISO 27001:2022

Disdukcapil Parimo Perkuat Keamanan Data Kependudukan, Raih Sertifikasi ISO 27001:2022

27 Agustus 2026
Kompol Frangky Dimutasi, Jabatan Wakapolresta Banggai Belum Terisi

Kompol Frangky Dimutasi, Jabatan Wakapolresta Banggai Belum Terisi

25 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d