PARIMO, theopini.id – DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memperingatkan seluruh Puskesmas agar tidak lagi memungut biaya BBM ambulans, menyusul masih adanya laporan masyarakat terkait praktik tersebut.
“Kami tidak memperdebatkan hal teknis, karena ini sudah menjadi program prioritas bupati. Silakan dibahas secara internal, tetapi yang jelas tidak boleh lagi ada masyarakat diminta membayar BBM ambulans,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Parimo, Arnold Aholai, dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Kesehatan dan 23 Puskesmas, Senin, 6 April 2026.
DPRD Parimo menilai, praktik pungutan tersebut bertentangan dengan program prioritas kepala daerah yang menekankan layanan ambulans gratis.
Arnold menegaskan, persoalan teknis tidak bisa dijadikan alasan untuk tetap membebani masyarakat.
Ia juga meminta Plt Kepala Dinas Kesehatan, segera berkoordinasi dengan Bupati Parimo serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), guna memastikan kebijakan ini berjalan optimal.
Jika pungutan tetap terjadi, menurutnya, akan menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, seolah program yang seharusnya gratis justru berbayar.
“Kalau ini terus terjadi, akan jadi persoalan berulang. Masyarakat akan menilai program bupati tidak benar-benar gratis,” ujarnya.
Ia pun menegaskan, DPRD Parimo tidak akan mentolerir adanya pungutan, sekecil apa pun nilainya, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.
“Oknum kepala Puskesmas jangan lagi memungut. Jika masih ditemukan, harus diberikan sanksi tegas. Kami bahkan akan merekomendasikan untuk diganti,” katanya.
Arnold mengungkapkan, pihaknya masih menerima laporan langsung dari masyarakat terkait permintaan biaya BBM ambulans, bahkan ada warga yang datang mengadukan hal tersebut.
DPRD Parimo, kata dia, siap memberikan dukungan penuh kepada Dinas Kesehatan apabila diperlukan, termasuk dalam hal penganggaran.
“Kami siap membackup. Ini program prioritas 100 hari kerja bupati, sehingga pasti mendapat perhatian serius,” jelasnya.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi laporan serupa yang masuk ke DPRD Parimo. “Intinya, jangan sampai ada lagi masyarakat mengeluh soal biaya BBM ambulans,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar