Aksi Bergizi Sasar Santri, Dinkes Parimo Perkuat Pencegahan Anemia Remaja

PARIMO, theopini.id Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggandeng Puskesmas Parigi menggelar Aksi Bergizi bagi santri di Pesantren Abna’ul Chairaat, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, sebagai langkah konkret memperkuat pencegahan anemia dan masalah gizi pada remaja.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan para santri mendapatkan edukasi serta pelayanan kesehatan yang optimal. Santri adalah generasi penerus yang harus kita jaga kesehatannya sejak dini,” ungkap Pengelola Promkes, Ryan Mohede, Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan ini menitikberatkan pendekatan promotif dan preventif dengan menyasar remaja sebagai kelompok rentan, khususnya terhadap anemia dan kekurangan gizi di masa pertumbuhan.

BACA JUGA:  TMMD ke-128 Sasar Sausu Trans, Bupati Parimo Tekankan Akses Dasar Warga

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama untuk mendorong kebiasaan hidup aktif dan meningkatkan kebugaran santri di lingkungan pesantren.

Selanjutnya, tenaga kesehatan memberikan edukasi interaktif terkait gizi seimbang, pencegahan anemia, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pesantren agar mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian.

Sebagai bentuk intervensi langsung, para santri, terutama remaja putri, mengikuti konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara bersama, guna menekan risiko anemia dan mendukung tumbuh kembang optimal.

Selain itu, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan menyeluruh meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, hingga kadar hemoglobin (Hb).

BACA JUGA:  Komisi III DPRD Parimo Gelar Rakor, Bahas Soal Jembatan hingga Irigasi

“Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi dini status kesehatan dan gizi santri, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan maupun penanganan lanjutan,” jelas Ryan.

Puskesmas Parigi, lanjutnya, berkomitmen melanjutkan pembinaan kesehatan remaja secara berkelanjutan di wilayah kerjanya.

Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan pesantren dan masyarakat, guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar