JAKARTA, theopini.id — Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid mengingatkan ribuan wisudawan dan wisudawati Universitas Trisakti, bahwa gelar sarjana bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan amanah sosial yang harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Gelar yang kalian dapat bukan sekadar tinta di atas ijazah. Gelar itu adalah kontrak sosial antara kalian dengan kemanusiaan,” kata Anwar Hafid saat menyampaikan pidato pada prosesi wisuda Universitas Trisakti di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam pidatonya, ia menekankan, pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian gelar atau kebanggaan personal.
Menurut dia, nilai sejati dari pendidikan terletak pada sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menjawab persoalan masyarakat dan memberi manfaat bagi sesama.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak dalam kebanggaan simbolik sebagai alumni kampus ternama. Sebab, ukuran keberhasilan seseorang bukan terletak pada nama besar almamater, tetapi pada dampak yang dihasilkan dalam kehidupan sosial.
“Jangan pernah bangga kalian lulus dari universitas ternama ini. Berbanggalah jika kalian menjadi alasan seseorang kembali bahagia, kembali sembuh, atau sebuah kebijakan menjadi lebih adil karena buah pikiran kalian,” ujarnya.
Anwar Hafid menegaskan, dunia kerja dan kehidupan sosial tidak akan menilai seseorang dari cepat atau lambatnya menyelesaikan pendidikan. Yang akan diingat, kata dia, adalah kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.
“Dunia tidak akan bertanya berapa lama kalian kuliah, tetapi akan menagih apa yang bisa kalian berikan untuk mereka yang terpinggirkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak para lulusan meneladani sejarah panjang Universitas Trisakti sebagai simbol perjuangan reformasi Indonesia.
Menurutnya, semangat perubahan yang melekat pada Trisakti harus menjadi bagian dari karakter para alumni dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.
Di hadapan ribuan wisudawan, ia mengatakan generasi muda hari ini merupakan wajah masa depan Indonesia yang sedang bertumbuh dan membutuhkan arah yang jelas.
“Berdiri di bawah panji Trisakti ini, saya tidak hanya melihat barisan toga yang rapi. Saya melihat masa depan Indonesia yang sedang mekar,” tutur Anwar.
Ia berharap para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi di tengah berbagai persoalan bangsa, mulai dari ketimpangan sosial, akses kesehatan, hingga keadilan kebijakan publik.
“Di sinilah, di tanah para pahlawan reformasi, anak-anak kita ditempa seperti baja yang tak termakan zaman,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar