BOALEMO, theopini.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengingatkan pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku berisiko yang dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS, seiring masih tingginya kasus penyakit tersebut yang ditemukan pada kelompok usia muda.
“Kalau kalian ingin cita-cita tercapai, maka kalian harus mampu menjaga diri. Hari ini kita berbicara tentang HIV-AIDS, sehingga penting bagi kalian memahami cara penularan, pencegahan, dan yang paling utama menjaga diri dari pergaulan yang berisiko,” ujar Idah saat menghadiri edukasi HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Boalemo, Rabu, 10 Juni 2026.
Idah yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo mengatakan, edukasi mengenai HIV/AIDS harus menjangkau seluruh kalangan pelajar, termasuk di wilayah pelosok.
Menurutnya, pemahaman sejak dini sangat penting agar generasi muda mampu melindungi diri dari berbagai perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko penularan HIV/AIDS.
Ia mengungkapkan tingginya kasus HIV/AIDS di Gorontalo menjadi perhatian serius pemerintah karena sebagian kasus ditemukan pada kelompok usia muda yang tergolong rentan.
Karena itu, para pelajar diminta menjauhi seks bebas, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku negatif lainnya yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan.
Selain itu, Idah juga mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan positif melalui organisasi sekolah seperti Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, maupun Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
“Fokuslah belajar dan perbanyak kegiatan positif. Penting juga jangan terburu-buru menikah di usia dini. Setelah lulus SMA, lanjutkan pendidikan atau persiapkan diri dengan baik untuk masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyediakan berbagai program beasiswa bagi siswa berprestasi, yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan.
Kegiatan edukasi yang digelar KPA Provinsi Gorontalo tersebut, turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Provinsi Gorontalo, dr. Anang S. Otoluwa.
Selain penyuluhan, Dinas Kesehatan dan P2KB juga membuka layanan tes HIV/AIDS bagi peserta. Tim KPA turut menggelar sesi tanya jawab interaktif yang mendapat antusiasme dari para siswa.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar