the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Parlemen

Komisi II DPRD Parimo Soroti Rendahnya Realisasi PAD, Data Disperindag Dipertanyakan

the OPINIbythe OPINI
30 Juli 2026
in Parlemen
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
30 Juli 2026
in Parlemen
Reading Time: 3 mins read
Komisi II DPRD Parimo Soroti Rendahnya Realisasi PAD, Data Disperindag Dipertanyakan

Rapat pembahasan realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 dan prognosis enam bulan ke depan tahun 2026 yang digelar bersama Bapenda Parimo, Kamis, 30 Juli 2026. (Foto: Galvin)

PARIMO, theopini.id – Komisi II DPRD Parigi Moutong (Parimo) menyoroti rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mempertanyakan perbedaan data capaian pendapatan antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Persoalan tersebut, mencuat dalam pembahasan realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 dan prognosis enam bulan ke depan tahun 2026 yang digelar bersama Bapenda Parimo, Kamis, 30 Juli 2026.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Parimo, Mohamad Fadli itu, merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya yang sempat tertunda.

Salah satu agenda utamanya, adalah mengklarifikasi perbedaan persentase realisasi PAD yang disampaikan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga

Bapenda Parimo: Penyaluran DBH Kurang Salur Belum Ada Kejelasan

Pemda Parimo Perkuat Permohonan Penghentian Tambang Kayuboko dengan Kajian Dampak Lingkungan

Pemda Parimo Perkuat Koordinasi Lintas OPD Demi Sukseskan HUT ke-81 RI

“Kami ingin mendapatkan kejelasan. Menurut data Bapenda pada pembahasan realisasi dan prognosis, capaian PAD Disperindag baru sekitar 11 persen. Sementara pihak Disperindag mengklaim realisasinya sudah mencapai 25 persen,” ujar Fadli.

Selain mempertanyakan perbedaan data tersebut, Komisi II DPRD Parimo juga menyoroti realisasi PAD Dinas Koperasi dan UMKM (DisKopUKM) yang hingga akhir semester I APBD 2026, belum menghasilkan pendapatan dari pengelolaan lima pasar atau masih berada di angka nol persen.

Menurut Komisi II DPRD Parimo, capaian pendapatan kedua OPD tersebut masih jauh dari target yang diproyeksikan pada semester pertama.

Kondisi itu, dinilai perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh, terutama terhadap mekanisme pengelolaan dan penarikan retribusi pasar.

Rendahnya realisasi PAD itu, juga menjadi alasan Komisi II DPRD Parimo belum menyepakati proyeksi pendapatan dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

“Padahal proyeksi yang kami tetapkan sudah berada di bawah potensi dan data riil seluruh pasar. Karena itu, kami menolak permohonan mereka untuk kembali menurunkan target proyeksi tersebut,” tegas Fadli.

Menanggapi itu, Kepala Bapenda Parimo, Moh. Yasir menjelaskan, realisasi PAD Disperindag yang tercatat sekitar 12 persen telah mengacu pada data Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Karena itu, apabila Disperindag Parimo menyampaikan realisasi PAD telah mencapai 21 persen, menurut Yasir, OPD tersebut perlu menjelaskan dasar perhitungan serta sumber data yang digunakan.

“Untuk realisasi PAD DisKopUKM, kepala dinasnya telah melaporkan kepada saya sekaligus menjawab pertanyaan Komisi II bahwa memang terdapat sejumlah kendala yang dihadapi,” katanya.

Yasir menjelaskan, berdasarkan laporan Kepala DisKopUKM Parimo, kendala tersebut antara lain belum masuknya setoran dari para mandor pasar, rendahnya aktivitas pedagang, serta keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran untuk melakukan pengawasan maupun penarikan retribusi.

Sebagai upaya mengoptimalkan pendapatan dari sektor pasar, Komisi II DPRD Parimo menyarankan pemerintah daerah memberdayakan pegawai PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, untuk membantu pengawasan sekaligus penarikan retribusi di lapangan.

“Kami berharap pemerintah dapat menugaskan sejumlah pegawai PPPK yang beban kerjanya di OPD masing-masing masih memungkinkan untuk dilibatkan dalam pengawasan dan penarikan retribusi pasar. Dengan begitu, target PAD yang telah ditetapkan dapat tercapai,” pungkas Fadli.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Galvin

Tags: #DPRDParimo#KomisiIIDPRDParimo#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Pemda Parimo Perkuat Permohonan Penghentian Tambang Kayuboko dengan Kajian Dampak Lingkungan

Next Post

Bapenda Parimo: Penyaluran DBH Kurang Salur Belum Ada Kejelasan

the OPINI

the OPINI

Related Posts

DPRD Parimo Usulkan Gaji PPPK Ditanggung APBN, Jaga Ruang Fiskal Daerah

DPRD Parimo Usulkan Gaji PPPK Ditanggung APBN, Jaga Ruang Fiskal Daerah

28 Juli 2026
Longki Siap Perjuangkan Persoalan Air Bersih dan Sertifikat Huntap Warga Bangga

Longki Siap Perjuangkan Persoalan Air Bersih dan Sertifikat Huntap Warga Bangga

28 Juli 2026
Fraksi Keadilan Rakyat: Opini WTP Bukan Tolak Ukur Keberhasilan Pengelolaan APBD

Fraksi Keadilan Rakyat: Opini WTP Bukan Tolak Ukur Keberhasilan Pengelolaan APBD

22 Juli 2026
Yushar Minta Pemda Parimo Libatkan Nelayan Kompeten dalam Kerja Sama dengan Investor

Yushar Minta Pemda Parimo Libatkan Nelayan Kompeten dalam Kerja Sama dengan Investor

21 Juli 2026
Fraksi Perindo: Setiap Rupiah APBD Parimo Harus Berdampak bagi Rakyat

Fraksi Perindo: Setiap Rupiah APBD Parimo Harus Berdampak bagi Rakyat

21 Juli 2026
Arnol Soroti Minimnya Anggaran Pelaksanaan MTQ Tingkat Desa dan Kecamatan

Arnol Soroti Minimnya Anggaran Pelaksanaan MTQ Tingkat Desa dan Kecamatan

19 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Bapenda Parimo: Penyaluran DBH Kurang Salur Belum Ada Kejelasan

Bapenda Parimo: Penyaluran DBH Kurang Salur Belum Ada Kejelasan

30 Juli 2026
Komisi II DPRD Parimo Soroti Rendahnya Realisasi PAD, Data Disperindag Dipertanyakan

Komisi II DPRD Parimo Soroti Rendahnya Realisasi PAD, Data Disperindag Dipertanyakan

30 Juli 2026
Pemda Parimo Perkuat Permohonan Penghentian Tambang Kayuboko dengan Kajian Dampak Lingkungan

Pemda Parimo Perkuat Permohonan Penghentian Tambang Kayuboko dengan Kajian Dampak Lingkungan

30 Juli 2026
Pemda Parimo Perkuat Koordinasi Lintas OPD Demi Sukseskan HUT ke-81 RI

Pemda Parimo Perkuat Koordinasi Lintas OPD Demi Sukseskan HUT ke-81 RI

30 Juli 2026
Kemeterian ATR: Data Pertanakan Akurat Perkuat Kebijakan dan Pendapatan Daerah

Kemeterian ATR: Data Pertanakan Akurat Perkuat Kebijakan dan Pendapatan Daerah

30 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

DPRD Parimo Usulkan Gaji PPPK Ditanggung APBN, Jaga Ruang Fiskal Daerah

DPRD Parimo Usulkan Gaji PPPK Ditanggung APBN, Jaga Ruang Fiskal Daerah

28 Juli 2026
Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

25 Juli 2026
SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

24 Juli 2026
Bupati Erwin Gandeng Untad Perkuat Swasembada Pangan di Parimo

Bupati Erwin Gandeng Untad Palu Perkuat Swasembada Pangan di Parimo

24 Juli 2026
Munafri Tegaskan ASN Harus Jadi Mata dan Telinga Pemerintah di Tengah Masyarakat

Munafri Tegaskan ASN Harus Jadi Mata dan Telinga Pemerintah di Tengah Masyarakat

27 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In