PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdy Mastura meminta aparat kepolisian untuk menyelesaikan masalah bentrok antara karyawan lokal dan tenaga Kerja Asing di PT Gunbuster Nickl Industri (GNI), sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Saya sangat menyayangkan peristiwa bentrok di PT GNI, Kabupaten Morowali Utara, Sabtu malam, 14 Januari 2023 terjadi,” ungkap Gubernur, dalam keterangan resminya, di Palu, Minggu, 15 Januari 2023.
Baca Juga : Pasca Bentrok, 17 Polisi Diperiksa dan 15 Pucuk Senjata Diuji Balistik
Gubernur meyakini, Kapolda Sulawesi Tengah mampu bertindak untuk memberikan keamanan, dan melakukan penegakan hukum atas kejadian tersebut.
“Saya menyampaikan rasa duka yang terdalam atas timbulnya korban jiwa dari peristiwa berntrok tersebut,” ucapnya.
Dia juga meminta, seluruh tokoh dan pemangku kepentingan dapat memberikan solusi serta menenangkan masyarakat di Kabupaten Morowali Utara.
“Jangan membuat komentar-komentar yang tidak menyejukkan semua pihak,” tukasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah berjuang untuk mendatangkan investasi, dengan harapan meningkatkan pertumbuhan pembangunan di Sulawesi Tengah. Selain itu, untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat.
Sehingga, kata dia, berbagai kepentingan harus dibicarakan dengan baik, dan memberikan manfaat kepada seluruh pihak.
Diketahui, pada Sabtu, 14 Januari 2023, sekitar Pukul 20.00 WITA, di PT GNI, Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morut telah terjadi aksi saling serang antara karyawan lokal dengan karyawan China.
Kemudian, sekira pukul 20.30 WITA, karyawan yang berada diluar semakin bertambah merangsek maju memasuki area site, dan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan dengan cara merempari batu. Sehingga, mengakibatkan kerusakan pos pengamanan.
Baca Juga : Gubernur Sulteng Resmikan Gedung Baru SMK Negeri 2 Toili Barat
Masa aksi melakukan penyerangan di mes karyawan China dengan melakukan pembakaran pos security.
Kejadian tersebut, mengakibatkan dua orang meninggal dunia, terdiri dari karyawan lokal dan TKA, serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Sumber: Biro Administrai Pimpinan














