3 Santri Korban Asusila di Parimo Akan Jalani Pemeriksaan Psikolog

PARIMO, theopini.idDinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mengungkapkan tiga santri yang menjadi korban dalam kasus tindakan asusila di Pondok Pesantren (Ponpes) akan menjalani pemeriksaan Psikolog.

“Rencananya pemeriksaan psikolog terhadap para korban akan kami lakukan di kantor Kepolisian Resor (Polres) Parimo,” ungkap Sekretaris DP3AP2KB Parimo, Kartikowati, saat dihubungi, Selasa, 21 Februari 2023.

Baca Juga : 3 Santri Korban Asusila di Parimo Dapat Pendampingan Sosial

Menurutnya, pemeriksaan Psikolog terhadap anak di bawah umur yang menjadi korban tindakan asusila sangat penting dilakukan.

Tujuannya, untuk mengetahui sejauh mana dampak dari tindakan asusila yang dilakukan pelaku terhadap korbannya.

“Kami berharap pemeriksaan Psikolog ini, akan membantu para korban bercerita dan memberikan kesaksaan dalam proses penanganan kasus tersebut,” ujarnya.

Selain tiga santri, kata dia, DP3AP2KB Parimo juga akan memberikan pelayanan pemeriksaan Psikolog terhadap pelaku asusila.

Sebab, besar kemungkinan pelaku melakukan tindakan tersebut, karena sebelumnya pernah menjadi korban tindakan asusila.

“Rasa trauma yang dialami pelaku, bisa saja menjadi penyebab ia mengulang perbuatan serupa pada orang lain,” jelasnya.

Kartikowati menjelaskan, untuk memberikan pelayanan pemeriksaan Psikolog, DP3AP2KB Parimo bekerjasama dengan RSUD Anuntapura Palu.

Selain itu, pendampingan para korban dilakukan DP3AP2KB Parimo bersama Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Di RSUD Anuntaloko Parigi belum memiliki Psikolog, makanya kami bekerjasama dengan rumah sakita di Kota Palu,” ujarnya.

Baca Juga : Buntut Dugaan Kasus Asusila, Warga Parimo Tuntut Ponpes AC Ditutup

Dia menuturkan, tiga santri akan menjalani pemeriksaan dengan korban lainnya akibat kasus kekerasan perempuan dan anak.

Seluruhnya, merupakan korban yang didampingi DP3PAKB Parimo dalam kurun waktu dua bulan terakhir. “Dari Januari-Februari tahun ini, kami telah mendampingi 10 korban mulai dari proses visum, hingga pemeriksaan Kepolisian,” pungkasnya.

Komentar