PARIMO, theopini.id – PT Anugrah Teknik Industri (ATI) akan membangun kawasan industri seluas 1.200 hektar di Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
“PT ATi ini, bergerak dalam bidang Smelter Nikel. Jadi kawasan, bukan penambangan,” tegas Asisten Jendral Manager, Agus Rianto, di Parigi, Senin, 10 Juli 2023.
Baca Juga: Pro Kontra PT ATI di Parimo, Kebun Warga Ditawar Rp 12 Ribu per Meter
Menurutnya, untuk memaksimalkan pembangunan kawasan tersebut, pihaknya tengah melakukan proses pembebasan lahan, yang menjadi salah satu syarat diterbitkannya salah satu izin.
Berdasarkan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), PT ATI diberikan izin membuka kawasan industri di atas lahan seluas 2.500 hektar.
Namun, Pemerintah Daerah (Pemda) masih memberikan izin seluas 1.200 hektar, yang sewaktu-waktu akan dievaluasi untuk ditingkatkan.
“Terget kami, 2.500 hektar PT ATI. Sekarang masih kelengkapan proses izin,” imbuhnya.
Lahan seluas 1.200 hektar itu, dalam satu hamparan di lima desa, yakni Desa Siniu, Desa Silanga, Desa Towera, Desa Siniu Sayogindano, dan Desa Toraranga, di Kecamatan Siniu.
Untuk melengkapi izin, kata dia, PT ATI akan membebaskan 50-100 hektar terlebih dahulu, karena proses tersebut tak serta merta sekaligus dilakukan.
“Sembari menyelesaikan progress lahan, PT ATI juga telah menyiapkan kantor perwakilan di Kota Palu, dan Desa Siniu,” tukasnya.
Baca Juga: Pro Kontra Hadirinya PT ATI, Kapolres Parimo: Bila Ada Ancaman Laporkan
Akibat adanya pro kontra, jelas Agus, dalam rapat koordinasi bersama Pemda dan perwakilan masyarakat Kecamatan Siniu, akan dibentuk tim yang membahas harga ganti rugi lahan.
Soal hadirnya PT ATI di Kecamatan Siniu, lanjutnya, telah ada sejak lima bulan terakhir. Namun, sejak setahun sebelum telah melakukan penelitian di kawasan tersebut.







Komentar