PARIMO, theopini.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menggelar seminar akhir penyusunan dokumen kajian resiko bencana.
“Wilay Kabupaten Parimo cukup luas, dan diketahui memiliki sejumlah risiko bencana yang tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Idran, di Parigi, Jum’at, 8 September 2023.
Baca Juga: 3 Tahun Terakhir 207 Bencana Terjadi di Parimo, Berikut Datanya
Menurutnya, dibutuhkan masuk dan sumbangsi pemikiran demi penyempurnaan penyusunan kajian resiko bencana, karena akan menjadi dokumen bersama.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Parimo, Rivay mengatakan, dokumen kajian risiko bencana wajib disusun, dan menghasilkan turunan lainnya, yang berkaitan dengan penanggulangan.
Proses penyusunan dokumen, telah melalui proses pengumpulan data lapangan, dan studi referensi terkait sejarah kebencanaan di Kabupaten Parimo.
Baca Juga: Pemda Parimo Gelar FGD Kajian Resiko Bencana
Bahkan, telah melalui proses konsultasi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk meminta koreksi terhadap draf awal.
“Penyusunan dokumen ini, sangat serius karena kajian resiko bencana akan ditindaklanjuti menjadi peraturan Bupati,” pungkasnya.












