PARIMO, theopini.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Statistik (EPSS), indeks pembangunan statistik di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendapat predikat kurang.
“Kita berharap pembinaan ini, memberikan penjelasan terkait tahapan yang harus dilakukan perangkat daerah dalam melaksanakan statistik sektoral,” kata Kepala BPS Kabupaten Parimo, Simon, saat menyampaikan sambutannya, pada pembinaan statistik sektoral, Jum’at, 8 Maret 2024.
Baca Juga: Bappelitbangda Parimo Gelar Rakor Evaluasi Statistik Sektoral
Menurutnya, perangkat daerah bisa diarahkan menggunakan metode statistik yang tepat, dan tidak terjadi tumpang tindih dalam pengumpulan data melalui pembinaan tersebut.
Sehingga, menghasilkan statistik sektoral berkualitas dan meningkatkan indeks pembangunan statistik di Kabupaten Parimo.
“Kami harapkan Satu Data Indonesia di Kabupaten Parimo sudah dapat berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SDI dimaksudkan untuk mengatur penyelenggaraan tata kelola data yang dihasilkan instansi pusat dan daerah, guna mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan berharap organisasi perangkat daerah dapat menghasilkan statistik sektoral berkualitas, relevan, akurat, aktual, mudah diakses, dan akuntabel.
“Sehingga, statistik yang dihasilkan memberikan manfaat kepada pengampu kebijakan dalam mewujudkan Kabupaten Parimo yang produktif, maju, aman, tertib dan berdaya saing,” tukasnya.
Sesuai amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997, tentang statistik menyebutkan penyelenggaan statistik sektoral merupakan tanggung jawab penuh pemerintah, sesuai lingkup tugas dan fungsinya.
Baca Juga: BPS Sulteng Gelar FGD dan Sosialisasi Sensus Pertanian 2023
Olehnya, melalui pembinaan statistik sektoral tersebut, diharapkan terjadi kolaborasi antara BPS dengan perangkat daerah Parimo, untuk menunjang tercapainya SDI.
“Tentunya, kita harus saling koordinasi dan kerja sama dengan BPS, dalam penerapan penggunaan konsep, definisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan,” pungkasnya.














