PALU, theopini.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi tengah (Pemprov Sulteng) menggelar rapat lintas sektor, membahas penataan jalur aktivitas pertambangan, Rabu, 3 April 2024.
Pasalnya, aktivitas pertambangan semakin meningkat menyusul ditetapkannya Undang-undang Nomor 3 tahun 2023, tentang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Bahas IPPRL, Pemprov Sulteng Gelar Rapat Lintas Sektor
Rapat tersebut, dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto, didampingi Tenaga Ahli Gubernur Bidang Peningkatan Fiskal dan Investasi Daerah, Rony Tanusaputra.
“Lokasi geografis Kalimantan Timur yang berdekatan dengan Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala dan Kota Palu, memungkinkan suplai bahan bangunan seperti pasir, batu, dan kerikil (sirtukil) terbaik dari dua wilayah tersebut,” kata Asisten Rudi Dewanto.
Hal ini, menurutnya, memiliki dampak untuk peningkatan fiskal daerah serta peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Namun disisi lain juga menimbulkan dampak lain yang harus segera ditertibkan, di antaranya gangguan lalu lintas, baik transportasi darat maupun laut.
Baca Juga: Dinkes Parimo Gelar Rapat Lintas Sektor Persiapan Eliminasi Malaria
“Hasil rapat memutuskan beberapa hal, antara lain, Pemprov Sulawesi Tengah bersama stekholder terkait akan melakukan evaluasi dan penataan jalan tambang di wilayah Donggala, Palu, Morowali dan Morowali Utara,” ujarnya.
Kemudian, melakukan upaya pembuatan conveyor dibeberapa titik perlintasan, dan sebelumnya akan dilakukan uji kelayakan/kajian oleh Dinas Perhubungan bersama Perusahaan Daerah (Perusda).






