PALU, theopini.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mencatat 255 kasus baru Covid-19 per 17 Februari 2022. Dari jumlah tersebut, terdeteksi sebanyak 128 jiwa di antaranya, terkonfirmasi varian Omicron.
“Terdapat 255 kasus baru Covid-19 di Sulawesi Tengah, pada 17 Februari 2022, dan ada yang meninggal satu orang. Jadi memang naik sejak 12 Februari 2022,” ungkap Kepala Dinkes Sulawesi Tengah, I Komang Adi Sujendra, saat ditemui di Kota Palu, Kamis, 17 Februari 2022.
Dia mengatakan, jauh sebelum terjadi peningkatan kasus Covid-19, pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan hingga Gubernur Sulawesi Tengah telah melayangkan surat edaran kepada kepala daerah, untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.
Di antaranya, terus memperketat protokol kesehatan, dan meminta para petugas kesehatan untuk meningkatkan testing, serta tracing.
“Jika ada yang terkonfirmasi, dilakukan pelacakan kasus terhadap kontak eratnya secara maksimal, sesuai aturannya satu banding 15,” kata dia.
Kemudian, rumah sakit diupayakan menyediakan tempat tidur, dan mempercepat peningkatan capaian vaksinasi.
Percepatan tersebut, mulai dari capaian vaksin dosis kedua, cakupan vaksinasi Lansia sebagai kelompok rentan dan beresiko tinggi.
Bahkan, pelaksanaan vaksinasi booster dengan syarat telah berusia 18 tahun keatas. Selain itu, telah mendapatkan suntikan vaksin sebanyak dua kali.
“Jarak antara vaksin sebelumnya enam bulan lamanya. Lalu, vaksinasi anak sekolah 6-11 tahun, juga sudah dilakukan,” kata dia.
Dinkes mencatat, untuk anak usia 6-11 tahun yang telah menjalani vaksinasi sejak 13 Januari 2022, mencapai 103.878 jiwa tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Jumlah Lansia yang telah mendapatkan suntikan vaksin, masih sangat rendah yakni mencapai 51,5 persen atau 110.168 jiwa.
“Omicron sudah masuk di Sulawesi Tengah, terdeteksi dan sudah 128 orang yang terkonfirmasi. Sehingga, perlu kerja sama seluruh pihak, menjaga protokol kesehatan, dan jangan berpergian ke mana-mana dulu,” pungkasnya.
Laporan : Yuyun







Komentar