Penyuluhan Kecamatan Tinombo Gelar Sosialisasi Cara Akses Pupuk Subsidi

PARIMO, theopini.id Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Dusunan, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi penggunaan dan penebusan pupuk subsidi kepada Kelompok Tani (Poktan) Mositurue.

“Kegiatan ini, merupakan bagian dari upaya membantu petani yang tergabung dalam kelompok tani untuk mendapatkan akses informasi yang mendetail, khususnya pupuk subsidi,” kata PPL Desa Dusunan, Fadel, dalam keterangan tertulisnya, Minggu malam, 29 Desember 2024.

Baca Juga: Kuota Pupuk Subsidi untuk Parimo Berkurang, Jenis Urea Hanya 8,8 Ton

Apalagi, kata dia, pupuk subsidi merupakan salah satu program andalan Kementerian Pertanian (Kementan).

Kegiatan sosialisasi ini, juga sekaligus mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Sebab, swasembada pangan bukan hanya cita-cita pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, dengan memanfaatkan pupuk subsidi secara optimal.

“Sehingga petani dapat meningkatkan hasil panen, dan produktivitas dapat terpenuhi,” ujarnya.

Saat ini, menurutnya, untuk mendapatkan akses pupuk subsidi harus mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024.

Dalam Permentan tersebut, disebutkan petani harus terdaftar dalam kelompok tani dan tercantum dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan Sistem Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN).

Petani melalui PPL setempat, dapat mendaftar dalam e-RDKK dan dapat memperbaharui datanya setiap empat bulan sekali.

Selain itu, petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi, melakukan usaha tani dalam subsektor tanaman pangan padi, jagung, dan kedelai, serta subsektor tanaman hortikultura cabai, bawang merah, dan bawang putih. Kemudian, subsektor perkebunan tebu rakyat, kakao, dan kopi.

“Subsidi pupuk yang disalurkan mencakup beberapa jenis, antara lain Urea, NPK, NPK Formula Khusus Kakao, dan Organik,” urainya.

Ia menyebut, pihaknya menemukan masih banyak petani yang kurang aktif dalam berkelompok tani di lapangan, sehingga tidak terdata.

Olehnya, sebagai penyuluh pertanian terus turun melakukan sosialisasi agar petani dapat membentuk atau tergabung dalam kelompok tani. Sehingga bisa mengakses pupuk subsidi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mositurue Desa Dusunan, Isram mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut.

Menurutnya, sosialisasi ini memberikan pemahaman baru bagi petani, mengenai pentingnya perencanaan kebutuhan pupuk untuk budidaya pertanian.

“Kami sekarang lebih paham cara mengakses pupuk subsidi dan bagaimana penggunaannya agar hasil panen kami meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga: Tetapkan Kuota Pupuk Subsidi, Kementan Perketat Distribusi

Ia menjelaskan, Poktan Mositurue ini fokus di tanaman tembakau. Namun, beberapa anggota kelompok tani juga membudidaya jagung dan cabai.

“Sekarang tergantung petani, mau atau tidak menebus pupuk subsidi karena PPL sudah turun sosialisasi kepada kami,” pungkasnya.

Komentar