SIGI, theopini.id – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam pengembangan kawasan transmigrasi berbasis potensi lokal sebagai strategi pembangunan berkelanjutan.
Komitmen itu, disampaikan langsung oleh Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis, 5 Juni 2025.
Baca Juga: KADIN Parimo Dorong Transformasi Ekonomi Daerah Lewat Ekspor Durian ke Tiongkok
“Kawasan transmigrasi harus tumbuh sebagai pusat baru ekonomi yang memberdayakan masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Menteri Transmigrasi dalam sambutannya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Iftitah memaparkan lima program prioritas nasional Kementerian Transmigrasi untuk tahun 2025.
Kelima program itu, mencakup penyelesaian konflik lahan melalui Trans Tuntas, peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dengan Transmigrasi Lokal, dan pemberian beasiswa pendidikan bagi generasi muda transmigran lewat Transmigrasi Patriot.
Selain itu, pengembangan industri berbasis potensi daerah dengan program Trans Karya Nusa, serta penguatan kolaborasi lintas sektor melalui program Trans Gotong Royong.
Kehadiran Menteri Transmigrasi ini, disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan, apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat transmigran di daerah.
“Kalau seorang menteri bisa memperhatikan kondisi masyarakat transmigran di desa seperti Lembantongoa, maka kami yang berada di daerah harus lebih serius lagi menjawab harapan mereka,” kata dia.
Ia juga memperkenalkan sembilan program unggulan BERANI yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai bentuk komitmen mempercepat pembangunan dan pelayanan publik.
Di sisi lain, Bupati Sigi Mohamad Rizal menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk mendorong kemajuan kawasan transmigrasi. Ia menyebut, Desa Lembantongoa memiliki potensi pertanian yang kuat.
Baca Juga: Anwar Hafid Dorong Parimo Jadi Lumbung Durian Dunia
“Kami memiliki komoditas unggulan seperti kopi, cokelat, dan durian. Potensi ini harus dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, rombongan melakukan peninjauan langsung ke kebun kopi milik warga transmigran dan fasilitas pengolahan hasil pertanian.














