Disdikbud Parimo Akan Intervensi Bangun SDN Kuala Bugis yang Rusak Lewat DAU

PARIMO, theopini.idDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akan intervensi bangunan SDN Kuala Bugis di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2026.

Usulan ini, menjadi prioritas karena kondisi SDN Kuala Bugis dinilai sudah sangat membahayakan bagi guru dan peserta didik.

Baca Juga: Bangunan Rusak Parah, Siswa dan Guru SDN Kuala Bugis Takut Masuk Kelas

“SDN Kuala Bugis itu sudah tiga tahun terakhir kita usulkan, karena kondisinya memang tidak layak bahkan membahayakan,” kata Plt Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti di Parigi, Senin, 21 Juli 2024.

Menurutnya, kendala selama ini terletak pada sistem verifikasi kementerian terkait yang tidak meloloskan sekolah tersebut, terutama karena jumlah siswa tidak memenuhi syarat minimal.

“Kita sudah dampingi operator sekolah, bahkan undang pihak kementerian agar Dapodik mereka valid. Tapi tetap tidak bisa tembus, karena sistem pusat mensyaratkan jumlah siswa minimal 60 orang,” ungkapnya.

Ia menyayangkan regulasi pusat yang mempersulit sekolah-sekolah kecil di pelosok untuk mendapat bantuan, padahal setiap anak berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.

“Kalau menurut saya, jangankan 60, dua orang siswa pun tetap harus mendapat layanan pendidikan. Ini soal hak, bukan soal angka. Tapi kalau pusat tetap berdasarkan kuota siswa, maka satu-satunya jalan ya intervensi lewat DAU,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jika menggunakan anggaran daerah, maka prioritas hanya bisa diberikan pada satu atau dua sekolah per tahun, terutama yang mengalami kerusakan berat atau memerlukan pembangunan baru.

“Mungkin hanya 3-4 sekolah bisa dibiayai dalam satu tahun, dan karena ini rehabilitasi berat, bisa jadi hanya SDN Kuala Bugis yang ditangani dulu,” jelasnya.

Disdikbud Parimo juga menyinggung contoh keberhasilan pembangunan gedung baru sekolah di Kecamatan Sidoan yang sebelumnya berdinding terpal dan berada di pinggir sungai.

Namun akhirnya, kata dia, diperbaiki menggunakan APBD Parimo, karena tidak pernah terakomodir pusat.

“Kami belajar dari sana, dan hal serupa juga akan dilakukan di SDN Kuala Bugis,” katanya.

Ia menegaskan, memindahkan siswa ke sekolah lain bukanlah solusi karena justru berpotensi meningkatkan angka putus sekolah.

“Kalau mereka dipaksa pindah ke sekolah yang lebih jauh, bukan menyelesaikan masalah, malah menambah masalah. Jadi yang paling bijak adalah memperbaiki sekolah yang sudah ada agar anak-anak tetap bisa belajar dengan aman,” ujarnya.

Baca Juga: Dapodik SDK Terpencil Punsung Beau Diduga Tak Sesuai Kenyataan

Usulan rehabilitasi SDN Kuala Bugis ini, juga akan dikomunikasikan dengan DPRD Parimo agar bisa dikawal dalam pembahasan anggaran.

“Kami berharap usulan ini dikawal oleh DPRD, terutama komisi yang membidangi pendidikan, agar bisa masuk dalam prioritas dan direalisasikan pada 2026,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar