TERNATE, theopini.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan, pentingnya langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi jebakan pendapatan menengah (middle income trap).
Menurutnya, meski Indonesia diproyeksikan akan menjadi negara maju pada 2045, tantangan besar masih menanti.
Baca Juga: Wamendagri Tekankan Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah Lewat Program Beasiswa Australia
“Dari 6 miliar penduduk dunia yang tinggal di negara kelas menengah, cuma 34 negara saja yang berhasil naik kelas, sementara 108 negara lainnya tetap terjebak. Kita ini berada di persimpangan jalan,” ujar Bima saat memberikan arahan pada Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan dan Penganggaran APBD Perubahan 2025–2026 di Ternate, Maluku Utara, Rabu, 24 September 2025.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam dan bonus demografi. Namun, tanpa strategi yang tepat, potensi tersebut bisa menjadi paradoks, yakni kekayaan melimpah tetapi tidak diiringi kesejahteraan rakyat.
Ia menegaskan, kunci keberhasilan ada pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program prioritas nasional.
Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dapat diintegrasikan dengan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.
Menurutnya, langkah ini mampu memperkuat ekosistem pangan lokal sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin mengapresiasi Ibu Gubernur (Malut) yang telah mengawinkan program prioritas sehingga bersinergi, yaitu mengintegrasikan program MBG dengan Kopdes,” imbuhnya.
Selain itu, Wamendagri juga mendorong daerah untuk mencari sumber pendanaan alternatif di tengah keterbatasan Transfer ke Daerah (TKD).
Opsi tersebut, bisa melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), obligasi, CSR, maupun optimalisasi aset daerah yang potensial dikembangkan sebagai unit usaha atau pusat UMKM.
Baca Juga: Wamendagri Tekankan Inovasi Pendanaan untuk Jaga Layanan Dasar dan Program Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Bima memuji kepemimpinan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos yang dinilai mampu memberi arah pembangunan dan menjadi teladan bagi masyarakat.
“Bersama Maluku Utara, Kemendagri siap kerja sama menuju Maluku Utara dan Indonesia yang maju dan sejahtera,” tandasnya.
Baca berita lainnya di Google News














