KADIN Parimo: Regulasi Durian Kunci Motor Ekonomi Baru Sulteng

PARIMO, theopini.id Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Parigi Moutong (Parimo) menilai, sektor durian berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi baru di Sulawesi Tengah.

Karena itu, KADIN mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera menyusun regulasi khusus yang dapat melindungi petani, sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan.

Baca Juga: Sekitar 2.000 Peserta Ikuti Jalan Santai Bersama KADIN Parimo

Ketua KADIN Parimo, Faradiba Zaenong, mengatakan keberadaan regulasi sangat penting agar potensi besar durian tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi mampu memberikan manfaat luas bagi daerah dan masyarakat.

“Durian kini sudah menjadi komoditas unggulan Sulawesi Tengah dengan permintaan tinggi dari pasar internasional, khususnya Tiongkok. Pemerintah perlu mengelolanya dengan serius, bukan hanya demi ekspor, tapi juga demi kesejahteraan petani,” ujarnya dalam keterangan resminya di Parigi, Rabu, 1 Oktober 2025.

BACA JUGA:  Harga Cabai Melandai ke Rp50 Ribu, Daging Sapi Masih Bertahan Rp150 Ribu

Ia menuturkan, potensi durian tidak hanya berada di Kabupaten Parimo, tetapi juga tersebar di sejumlah kabupaten lain seperti Poso, Sigi, Donggala, Morowali, Buol, hingga Tolitoli.

Olehnya, regulasi di tingkat provinsi dinilai mendesak agar rantai pasok berjalan sehat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa terdongkrak.

Ia menyebut, setidaknya ada dua poin penting yang harus diatur dalam regulasi. Pertama, standarisasi grade durian sesuai standar internasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Tiongkok. Kedua, transparansi harga antara petani dan gudang penyimpanan atau peking house durian.

“Keterbukaan harga sangat penting untuk melindungi petani dari praktik merugikan. Apalagi gudang peking house bukan hanya ada di Parigi, tapi juga sudah berdiri di Palu. Artinya, rantai pasok sudah mulai terbentuk. Regulasi pemerintah dibutuhkan untuk memastikan mekanisme perdagangan berjalan transparan dan sehat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Polda Sulteng Ungkap Kasus Pencurian Knalpot Mobil di Palu

Baca Juga: Lomba Senam Kreasi Tabola Bale Kadin Parimo Disambut Antusias

Lebih jauh, Faradiba menekankan, regulasi juga akan memberikan kepastian hukum bagi investor. Dengan begitu, seluruh pihak, mulai dari petani, pengusaha, eksportir, hingga pemerintah daerah—akan memperoleh manfaat yang seimbang.

“KADIN Parimo optimistis, jika regulasi ini segera diwujudkan, durian bisa menyerap ribuan tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadi penopang PAD. Momentum ini jangan sampai dilewatkan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar