Di Tomini, Gubernur Sulteng Paparkan 9 Program Unggulan untuk Parimo

PARIMO, theopini.idGubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H Anwar Hafid, menghadiri kegiatan halal bihalal bersama masyarakat di kawasan Pantai Wisata Ampera, Desa Tomini, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Minggu, 29 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid hadir didampingi Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, Sri Nirwanti Bahasoan, serta Bupati Parimo, H Erwin Burase.

Pada kesempatan itu, Anwar Hafid memaparkan arah pembangunan Sulawesi Tengah melalui program unggulan “9 Berani” yang telah diintegrasikan dalam RPJMD pasca pelantikannya pada 22 Februari 2025.

“Program 9 Berani ini yang dulu saya kampanyekan dan menjadi dasar dalam memimpin Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid, dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, program tersebut meliputi Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, Berani Menyala, Berani Lancar, Berani Berdering, Berani Berkah, dan Berani Berintegritas.

Menurutnya, program tersebut juga selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Parimo di bawah kepemimpinan Bupati Erwin Burase.

Pendidikan Gratis dan Beasiswa

Dalam sektor pendidikan melalui program Berani Cerdas, Anwar menegaskan bahwa sejak 2025 tidak ada lagi pungutan biaya pendidikan untuk SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Sejak 2025 saya sudah sampaikan ke kepala sekolah, jangan lagi ada pungutan. Kalau masih ada, laporkan, saya akan tindak tegas,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sulawesi Tengah juga memberikan bantuan melalui BOS daerah, termasuk menggratiskan biaya praktik kerja industri (prakerin) dan uji kompetensi bagi siswa SMK.

Ia menyebutkan, tahun ini Pemprov Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran rehabilitasi gedung sekolah dengan nilai rata-rata Rp5 miliar untuk delapan SMA dan SMK di Parimo.

Tak hanya itu, program Berani Cerdas juga mencakup pembiayaan pendidikan tinggi. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 23 ribu mahasiswa di Sulawesi Tengah telah menerima bantuan dengan total anggaran sekitar Rp84 miliar.

Di Kabupaten Parimo sendiri, sekitar 3.000 mahasiswa mendapatkan pembiayaan kuliah. “Tahun ini, beasiswa langsung dibayarkan ke perguruan tinggi. Pendaftarannya dibuka mulai 13 April 2026,” jelasnya.

Ia memperkirakan, total anggaran program pendidikan gratis selama masa kepemimpinannya dapat mencapai Rp1 triliun.

Anwar Hafid menilai, peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci pembangunan daerah. Saat ini, rata-rata lama sekolah penduduk Sulawesi Tengah masih sekitar 9 tahun.

“Target kita dorong menjadi 12 tahun, sehingga rata-rata masyarakat minimal lulusan SMA,” ujarnya.

Kesehatan dan Jaminan Sosial

Melalui program Berani Sehat, Pemprov Sulawesi Tengah telah membantu peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan di Parimo dari 76 persen menjadi 80 persen dengan dukungan anggaran Rp15 miliar.

Saat ini, kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Parimo telah mencapai sekitar 90 persen. “Tidak boleh lagi ada masyarakat yang kesulitan berobat,” tegasnya.

Ke depan, Pemprov Sulawesi Tengah juga akan meluncurkan program lanjutan berupa jaminan keluarga bagi masyarakat miskin kategori desil 1 dan 2 saat anggota keluarganya sakit. Program tersebut, direncanakan diluncurkan pada April 2026.

Infrastruktur dan Layanan Dasar

Pada sektor infrastruktur, melalui program Berani Lancar, Pemprov Sulawesi Tengah sedang membuka akses jalan dari Kecamatan Lambunu menuju Kabupaten Buol untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.

Selain itu, Pemprov Sulawesi Tengah juga membuka peluang bantuan pembangunan jalan desa dan kabupaten berdasarkan usulan pemerintah daerah.

Sebelumnya, Pemprov Sulawesi Tengah telah mengalokasikan anggaran peningkatan jalan kabupaten di Kecamatan Tinombo sebagai tindak lanjut usulan Bupati Parimo.

Listrik, Telekomunikasi, dan Ekonomi

Dalam program Berani Menyala, Anwar Hafid mengungkapkan masih terdapat 689 desa di Sulawesi Tengah yang belum teraliri listrik, termasuk di Kabupaten Parimo.

Pemprov Sulawesi Tengah berupaya mengatasi hal tersebut melalui pembangunan listrik tenaga surya terpusat.

“Sudah ada investor yang siap membantu, nanti kita arahkan juga ke Kabupaten Parimo,” ujarnya.

Sementara melalui program Berani Berdering, tahun ini akan dibangun jaringan telekomunikasi di 100 desa blank spot.

Di sektor pertanian dan perikanan, program Berani Panen Raya dan Berani Tangkap Banyak difokuskan pada peningkatan produktivitas petani dan nelayan melalui bantuan alat dan mesin.

“Alat bisa dipinjamkan ke kelompok tani, setelah digunakan dikembalikan agar bisa dimanfaatkan bersama,” jelasnya.

Adapun program Berani Berkah diarahkan pada penguatan nilai-nilai keagamaan, melalui gerakan Sulteng berjamaah dan Sulteng mengaji.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga memuji kinerja Bupati Parimo yang dinilai aktif dan responsif dalam memperjuangkan pembangunan daerah, termasuk cepat menindaklanjuti usulan dari tingkat desa.

“Asalkan ada surat dari Bupati, itu pasti kami tindak lanjuti. Beliau ini sangat responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepala daerah harus aktif membangun komunikasi dan tidak gengsi dalam memperjuangkan kepentingan daerah hingga ke tingkat pusat.

“Kalau kepala daerah seperti ini, insyaallah daerah akan maju,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar