Wujudkan Pemerataan Mutu, Disdikbud Parimo Bekali Guru SD Literasi Digital

PARIMO, theopini.id Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, melalui penguatan kompetensi literasi digital bagi kepala sekolah dan guru jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Ini merupakan target dari pimpinan daerah yang menginginkan adanya peningkatan di bidang pendidikan,” ucap Kepala Bidang GTK Disdikbud Parimo, Farid di sela-sela kegiatan, Senin, 27 April 2026.

Kegiatan tersebut, menjadi salah satu inovasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya dari sisi sarana prasarana, tetapi juga dari kualitas tenaga pendidik yang berdampak langsung pada capaian belajar siswa.

BACA JUGA:  2022, Bangun Baru hingga Rehabilitasi RKB di Parimo Dibiayai DAK

Farid menjelaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak semata dilihat dari jumlah siswa atau kondisi fisik sekolah, melainkan juga dari kompetensi guru dan tenaga kependidikan sebagai faktor utama penentu kualitas pembelajaran.

Oleh karena itu, penguasaan literasi digital dinilai penting, terutama dalam menghadapi tantangan geografis Kabupaten Parimo yang cukup luas serta keterbatasan sumber daya manusia yang berpotensi memengaruhi pemerataan mutu pendidikan.

“Ini akan menjadi satu inovasi daerah yang bertujuan agar semua sekolah mengalami pemerataan kualitas,” katanya.

Ia menambahkan, sebanyak 47 sekolah tingkat SD yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan satuan pendidikan dengan capaian rapor pendidikan pada kategori Grade A dan B. Sekolah-sekolah ini, ditetapkan sebagai pilot project dan sister school.

BACA JUGA:  Kemenkumham Sulteng Raih Predikat Terbaik Nasional dalam Pendampingan IRH

Ke depan, sekolah yang berstatus sister school akan terus didorong untuk naik menjadi pilot project berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian rapor pendidikan secara berkala.

Melalui program ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Parigi Moutong dapat mengalami peningkatan mutu secara merata, sekaligus menghapus stigma adanya sekolah unggulan dan non-unggulan di tengah masyarakat.

“Kita berharap dengan inovasi ini mutu pendidikan daerah kita akan naik dan mengalami kesetaraan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar